Jumat, 19 Oktober 2018

Sandiaga Uno: Partai Emak-emak Bikin Kebakaran Jenggot

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno berfoto bersama eks relawan Jokowi dalam deklarasi relawan Indonesia Muda di Jalan Melawai Raya nomor 16, Jakarta Selatan, Jumat, 14 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Sandiaga Uno berfoto bersama eks relawan Jokowi dalam deklarasi relawan Indonesia Muda di Jalan Melawai Raya nomor 16, Jakarta Selatan, Jumat, 14 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyindir kubu Jokowi dan para pendukungnya kebakaran jenggot soal partai emak-emak. Ia mengatakan tak masalah menyebut kaum ibu dengan sebutan apapun, termasuk emak-emak.

    Baca juga: Kowani ke Jokowi: Kami Menolak Sebutan Emak-emak untuk Perempuan

    “Sekarang pada kebakaran jenggot, partai emak-emak,” kata Sandiaga di Hotel Grand Paragon saat memberikan pembekalan calon legislatif PAN, Minggu 16 September 2018.

    Ia mengatakan banyak orang memanggil ibunya dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang memanggil dengan sebutan ibu, atau bunda. Ia sendiri terbiasa memanggil ibunya dengan sebutan mama.

    Sebelumnya Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo, dalam sambutannya di Sidang Umum ke-35 International Council of Women (ICW) dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia yang dihelat di Yogyakarta, Jumat, 14 September 2018. Di hadapan Jokowi, ia menuturkan tak setuju jika kaum perempuan Indonesia disebut dengan panggilan emak-emak.

    Giwo menuturkan konsep tentang perempuan Indonesia hingga lahir terminologi ibu bangsa yang dirumuskan sejak Indonesia belum merdeka itu bukan tanpa tujuan ketika dibuat.

    Jokowi pun mengatakan setuju dengan terminologi yang digunakan oleh Giwo. "Saya setuju pernyataan Bu Giwo soal emak-emak itu, (perempuan Indonesia adalah) ibu bangsa," ucap Jokowi.

    Baca juga: Aktivis Bakal Kerahkan Emak-emak untuk Dukung Neno Warisman

    Sandiaga Uno mengatakan kubunya lah yang pertama kali mengangkat isu ini. Ia mengatakan isu ini cukup mengikat dan mendapatkan respon yang luar biasa di masyarakat. Ia mengatakan saat ini emak-emak militan yang mendukung dirinya sudah tersebar di mana mana, dan siap untuk berjuang bersama.

    “Isu yang luar biasa, mendapat resonansi dan vibrasi di masyarakat. Nyetrum semua di Indonesia,” kata mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khashoggi Diduga Dijagal di Kediaman Konjen Arab Saudi

    Jamal Khashoggi mendatangi Konsulat Jenderal Arab Saudi namun tak pernah keluar lagi. Ada dugaan ia dijagal usai dibawa ke kediaman konsul jenderal.