Ijtima Ulama Jilid II, GNPF: Rizieq Shihab Akan Beri Arahan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Shihab dalam sebuah rekaman video yang diunggah pada 17 Februari 2018 di Twitter oleh akun Laskar Pembela Islam. Rizieq menerangkan tentang kepulangannya  dari Arab Saudi. FOTO: akun Twitter Laskar Pembela Islam.

    Pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Shihab dalam sebuah rekaman video yang diunggah pada 17 Februari 2018 di Twitter oleh akun Laskar Pembela Islam. Rizieq menerangkan tentang kepulangannya dari Arab Saudi. FOTO: akun Twitter Laskar Pembela Islam.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama akan menggelar Ijtima Ulama jilid II pada 16 September mendatang di Jakarta. Dalam cara itu, akan hadir 1.000 ulama dan tokoh nasional, termasuk pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang direncanakan akan menyampaikan arahannya.

    "Setiap acara, kecil atau besar, Habib (Rizieq) selalu hadir, baik dalam bentuk fisik maupun suara," kata Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak saat konferensi pers di Restoran Hayam Wuruk, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis, 13 September 2018.

    Baca: GNPF: Semangat Ijtima Ulama Jilid 2 Masih Sama dengan Pertama

    Rizieq saat ini tengah berada Arab Saudi. Ia meninggalkan Indonesia sejak terjerat kasus dugaan skandal chatting pornografi dengan Firza Husein. Meski tak dijelaskan gamblang soal kehadirannya dalam Ijtima Ulama II, imam besar FPI itu dipastikan akan menyampaikan pandangannya terhadap sikap kelompoknya menghadapi pemilu 2019.

    GNPF sebelumnya telah mengadakan Ijtima Ulama pertama pada Juli 2018. Pertemuan yang dihadiri 500 ulama itu memutuskan dukungan kepada calon presiden Prabowo Subianto. Mereka juga mengajukan nama yang mungkin mendampingi Prabowo, yaitu Ustaz Abdul Somad dan Salim Segaf Al Jufri. Namun pilihan yang diajukan GNPF pada Ijtima pertama tak terakomodasi oleh koalisi Prabowo.

    Baca: Soal Dukungan PBB di Pilpres, Yusril Ihza Tunggu Ijtima Ulama

    Meski suara mereka tak terakomodasi, Ketua FPI Sobri Lubis mengatakan Ijtima Ulama II akan tetap pada pandangan sebelumnya untuk mendukung calon presiden kubu Parabowo. Pada prinsipnya, menurut dia, mereka tidak ingin memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

    Soal menjadi tim sukses atau tidak, Sobri menunggu arahan Rizieq. Setelah Ijtima usai digelar, menurut dia, GNPF akan menandatangani fakta integritas. Poin penting yang dicatat di dalamnya ialah hal-hal yang berkaitan dengan materi politik dan kelembagaan.

    Baca: Gelar Ijtima Ulama II, GNPF Tentukan Sikap ke Prabowo - Sandiaga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.