Soal Dukungan PBB di Pilpres, Yusril Ihza Tunggu Ijtima Ulama

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra beserta rombongan menyerahkan daftar nama calon legislatif (caleg) ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa 17 Juli 2018. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang atau PBB Yusril Ihza Mahendra mengatakan masih menunggu arahan ulama untuk memberikan dukungan dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019. Dia mengatakan menunggu hasil Ijtima Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Jilid II dan rapat pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Baca juga: Didorong Ikut Koalisi Keumatan Yusril Ihza Akan Bertemu Prabowo

"Tunggu ijtima, tunggu rapat pleno PBNU," katanya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 16 Agustus 2018.

Sejauh ini, tinggal PBB, partai peserta pemilu legislatif, yang belum menentukan arah dukungan dalam pilpres 2019, apakah ke Prabowo Subianto - Sandiaga Uno atau Joko Widodo - Ma'ruf Amin.

Sebelumnya, Yusril mengatakan partainya akan netral dalam pilpres 2019. Namun dia meralat pernyataan itu. "Tidak benar PBB netral. Pilpres masih delapan bulan lagi, kami enggak buru-buru," ujarnya.

Yusril Ihza mengatakan PBB masih menimbang arah dukungan. Sebagai partai Islam, kata dia, PBB harus menunggu hasil runding ulama, yang menurut dia diwakili Ijitma Ulama dan PBNU.

Baca juga: Diajak Bergabung Yusril, Jubir Eks HTI: Kami Mendukung PBB

Adapun Ijtima Ulama direncanakan akan berlangsung pekan ini. Ijtima akan membahas ulang dukungan terhadap Prabowo karena empat nama hasil ijtima sebelumnya tidak diakomodasi. Adapun rapat pleno PBNU akan segera dilaksanakan untuk membahas status Ma'ruf sebagai Rais Am PBNU. "PBB ini kan partai Islam, kita harus patuh kepada para ulama," ucap Yusril.






Prancis Tutup Masjid, Tuding Imam Radikal

11 jam lalu

Prancis Tutup Masjid, Tuding Imam Radikal

Pemerintah Prancis mengumumkan akan menutup masjid karena menganggap imamnya radikal,


Pelabuhan Ukraina Berhasil Ekspor 4,7 Juta Ton Gandum

5 hari lalu

Pelabuhan Ukraina Berhasil Ekspor 4,7 Juta Ton Gandum

Sebanyak 211 kapal dengan 4,7 juta ton produk pertanian telah meninggalkan Ukraina di bawah kesepakatan yang di tengahi oleh PBB dan Turki.


PBB Curiga Ada Kejahatan Perang di Wilayah yang Diduduki Rusia di Ukraina

6 hari lalu

PBB Curiga Ada Kejahatan Perang di Wilayah yang Diduduki Rusia di Ukraina

Komisi PBB urusan Ukraina mengaku telah mengantongi sejumlah bukti adanya dugaan kejahatan perang di area-area yang sebelumnya diduduki tentara Rusia.


Invasi Rusia ke Ukraina, PM Jepang: Menginjak-injak Piagam PBB

8 hari lalu

Invasi Rusia ke Ukraina, PM Jepang: Menginjak-injak Piagam PBB

Kishida, yang berasal dari Hiroshima, kota pertama yang alami serangan bom nuklir, juga mengecam ancaman penggunaan senjata nuklir oleh Rusia


Setelah Pemakaman Ratu Elizabeth II, Liz Truss akan Tampil Perdana di PBB

9 hari lalu

Setelah Pemakaman Ratu Elizabeth II, Liz Truss akan Tampil Perdana di PBB

Perang di Ukraina akan menjadi pesan utama Liz Truss ketika dia membuat pidato debutnya di Sidang umum PBB.


RI Dukung PBB Awasi Pasokan Pangan dari Ukraina dan Rusia

9 hari lalu

RI Dukung PBB Awasi Pasokan Pangan dari Ukraina dan Rusia

Indonesia mendukung implementasi kesepakatan Black Sea Initiative (BSI) mengenai ekspor pangan dari Rusia dan Ukraina.


Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

10 hari lalu

Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

Retno Marsudi membahas soal krisis di Myanmar dalam pertemuan dengan Antonio Guterres di New York.


Top 3 Dunia: Ratu Elizabeth II Kemungkinan Dikebumikan dengan 2 Perhiasan

14 hari lalu

Top 3 Dunia: Ratu Elizabeth II Kemungkinan Dikebumikan dengan 2 Perhiasan

Top 3 dunia pada 15 September 2022 masih didominasi oleh berita seputar kematian Ratu Elizabeth II.


Sekjen PBB Telepon Putin Soal Perang Ukraina: Perdamaian Masih Jauh

14 hari lalu

Sekjen PBB Telepon Putin Soal Perang Ukraina: Perdamaian Masih Jauh

Putin dan Sekjen PBB melakukan panggilan telepon untuk membahas perang Rusia Ukraina.


Dirjen WHO: Akhir Pandemi COVID-19 Sudah di Depan Mata

14 hari lalu

Dirjen WHO: Akhir Pandemi COVID-19 Sudah di Depan Mata

Ini penilaian paling optimistis sejak PBB menerapkan pandemi COVID-19 pada Maret 2020