Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung Dibolehkan Diskusi di Babel

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) didampingi kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra (kanan) memberi keterangan pada wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Sabtu dini hari, 3 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) didampingi kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra (kanan) memberi keterangan pada wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Sabtu dini hari, 3 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, JakartaRatna Sarumpaet dan Rocky Gerung dipersilakan untuk kembali datang ke Bangka Belitung. Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung Brigadir Jenderal Syaiful Zachri mengatakan Ratna dan Rocky diperbolehkan untuk menjadi pembicara dalam diskusi yang sebelumnya batal karena ditolak massa.

    Baca juga: Ratna Sarumpaet dan Luhut Cekcok Soal Evakuasi KM Sinar Bangun

    Tapi, kata Syaiful, ada syarat yang harus dipatuhi jika ingin menggelar orasi, dialog atau diskusi, yakni harus mendapat izin dan tidak melakukan tindakan provokatif.

    "Silahkan saja kalau mau datang dan melaksanakan kegiatan asal ada izinnya. Malah kita siap membantu mengamankan kegiatan mereka. Aturan dan ketentuan sudah ada sehingga wajib dipatuhi. Sepanjang aturan dipatuhi, tidak ada masalah," ujar Syaiful dalam acara coffee morning dengan sejumlah tokoh masyarakat di Bangka Belitung, Rabu 5 September 2018.

    Sebelumnya Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung batal menjadi pembicara dalam diskusi yang digelar Gerakan Selamatkan Indonesia Bangka Belitung pada Sabtu 25 Agustus 2018.

    Baca juga: Kritik Ratna Sarumpaet Soal Prosedur Derek Mobil Masih Kabur

    Beberapa organisasi massa menolak kehadiran Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung yang hendak ke Bangka Belitung. Mereka bahkan berkumpul di depan gerbang Bandara Depati Amir Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung untuk menyuarakan penolakannya.

    Dalam acara coffee morning itu Syaiful mengatakan akan terus meningkatkan komunikasi dengan seluruh warga masyarakat menjelang pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 2019.

    Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui dan memecahkan berbagai permasalahan serta konflik yang muncul mendekati Pilpres.

    "Bentuk komunikasi dan silahturahmi kita nanti tidak hanya dengan coffee morning, diskusi atau kegiatan resmi. Bisa juga dengan menggelar berbagai event lomba dan pertemuan lainnya. Nanti akan digelar rutin agar komunikasi dan hubungan antar kita semakin meningkat. Dengan begitu apapun persoalan bisa terdeteksi sedini mungkin dan diatasi segera," ujar dia.

    Baca juga: Ratna Sarumpaet vs Dishub: DPRD Jakarta Minta Aturan Ditegakkan

    Syaiful menuturkan kondisi kerawanan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di Bangka Belitung masih cukup baik dan relatif aman serta dapat dikendalikan.

    "Apapun pilihan atau perbedaan antar kita tidak ada masalah selama saling menghargai dan menghormati. Sebaik apapun pemimpin kalau programnya tidak jalan dan tidak didukung tetap saja tidak bagus," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.