Kabareskrim Persilakan Ustad Abdul Somad Melapor Jika Diancam

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Inspektur Jenderal Arief Sulistyanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Kamis, 23 Agustus 2018. TEMPO/Andita Rahma

    Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Inspektur Jenderal Arief Sulistyanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Kamis, 23 Agustus 2018. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Arief Sulistyanto mempersilakan Ustad Abdul Somad melapor jika merasa mendapat ancaman sehingga terpaksa membatalkan sejumlah jadwal tausiyahnya di Jawa dan Yogyakarta.

    Baca: JK Prihatin Ustad Abdul Somad Mendapat Intimidasi dan Ancaman

    "Ya kalau ada ancaman, dipersilakan melaporkan kepada polisi," kata Arief di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 4 September 2018.

    Sebelumnya, Somad mengaku terpaksa membatalkan agenda tausiyahnya di sejumlah daerah. Melalui akun Instagram miliknya, @ustadzabdulsomad, Somad menyampaikan sejumlah pertimbangan.

    Pertama ia menduga terjadi ancaman dan intimidasi terhadap tausiyah di berbagai daerah seperti di Grobogan, Kudus, Jepara, dan Semarang. Hal ini, kata dia, membuat beban panitia bertambah berat dan mempengaruhi psikologisnya serta para jamaah.

    "Maka saya membatalkan beberapa janji di Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta," kata Somad, Senin, 3 September 2018.

    Baca: Ustad Abdul Somad Diintimidasi, Begini Imbauan Menteri Agama

    Beberapa daerah yang ia batalkan pengajiannya, yaitu: Malang, Solo, Boyolali, Jombang, dan Kediri untuk jadwal bulan ini; di Yogyakarta pada Oktober; serta membatalkan janjinya dengan Zulfikar di Jawa Timur pada Desember.

    "Mohon maaf atas keadaan ini, harap dimaklumi, dan mohon doakan selalu," ucapnya.

    Hingga berita ini ditulis, postingan Somad disukai oleh 237.860 pengguna Instagram dan dikomentari lebih dari 13 ribu orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.