Kata JK Asian Games Bisa Persatukan Mega dan SBY

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla dan mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, menyaksikan pertandingan karate di JCC, 25 Agustus 2018. Setwapres RI

    Wakil Presiden Jusuf Kalla dan mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, menyaksikan pertandingan karate di JCC, 25 Agustus 2018. Setwapres RI

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menilai penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia menjadi momentum orang-orang bersatu. Selain masyarakat, JK menyebut ada dua tokoh pejabat yang bersatu. "Ibu Mega nonton, Pak SBY juga nonton. Cuma beda waktu saja. Itu kan bagus," katanya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 24 Agustus 2018.

    Baca juga: Tiket Penutupan Asian Games 2018 Mulai Dijual, Ini Harganya

    Mega yang dimaksud JK adalah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Sedangkan SBY adalah Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat. Kedua mantan presiden itu tidak memiliki hubungan yang harmonis selama 10 tahun belakangan.

    Kurang harmonisnya hubungan tersebut pun pernah diakui SBY. "Saya harus jujur, hubungan saya dengan Ibu Megawati belum pulih. Masih ada jarak," ujarnya di kediamannya, bilangan Mega Kuningan, Jakarta, Rabu malam, 26 Juli 2018.

    JK menuturkan momen persatuan para tokoh pejabat dan masyarakat dapat terlihat selama dua pekan ini. Menurut dia, tak ada berita yang menghebohkan semasa penyelenggaraan Asian Games. Pemerintah, kata dia, juga aman dari pemberitaan hoax. "Orang bersatu itu. Enggak ada urusan partainya," ucapnya dia.

    Baca juga: Emas Asian Games Lebihi Target, Ini Bonus dan Waktu Pengucurannya

    Ia mengatakan siapa yang akan mengira stadion akan penuh saat pertandingan cabang olahraga atletik. Sebab, cabang atletik biasanya sepi penonton. Namun pada Senin malam kemarin stadion dipenuhi pengunjung. Begitu juga dengan panahan dan stadion lain di Palembang. "Kita lihat panjat tebing itu penuh. Jadi ini momen masyarakat bersatu," tutur JK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.