Ada Aksi Pro-Kontra #2019GantiPresiden, Neno Warisman Dipulangkan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Neno Warisman, orator dalam deklarasi relawan #2019GantiPresiden turun dari mobil komando di depan pintu pagar barat daya, lapangan Monas, Jakarta Pusat, 6 Mei 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    Neno Warisman, orator dalam deklarasi relawan #2019GantiPresiden turun dari mobil komando di depan pintu pagar barat daya, lapangan Monas, Jakarta Pusat, 6 Mei 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Neno Warisman akhirnya dipulangkan dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru setelah adanya aksi pro dan kontra terkait deklarasi #2019GantiPresiden yang akan dilaksanakan pada Minggu, 26 Agustus 2018.

    Baca: Polisi Jelaskan Alasan Neno Warisman Dipulangkan dari Pekanbaru

    "Akhirnya memang dilakukan pemulangan, saya sudah menuju pesawat," katanya dalam video kirimannya, Sabtu malam, 25 Agustus 2018.

    Neno mendarat di Pekanbaru pada Sabtu pukul 15.00 WIB. Ketika turun, menurut Neno, tidak ada apa-apa. Namun, dia melanjutkan, sampai di luar bangunan bandara, banyak orang mendekat sehingga dia diminta masuk ke ruangan tertentu.

    "Saya tak setuju, saya milih keluar ke mobil dijemput Ibu Dian Tabrani (anak tokoh setempat). Keluar bandara dihalangi orang, ada yang bawa kamera," tuturnya.

    Baca: Ormas Tolak #2019GantiPresiden yang Dihadiri Neno Warisman

    Meski saat itu dihadang orang-orang, Neno mengaku tidak khawatir. "Saya tak khawatir. Tapi, di ujung, di gerbang, semakin banyak orang dan mobil kami ditahan, ada nampak orang seperti unjuk rasa. Tidak banyak," katanya.

    Kejadian itu sempat mengganggu akses jalan keluar Bandara Pekanbaru. Karena itu, jalan keluar diarahkan pada ruas jalan masuk. Petugas keamanan pun diterjunkan untuk berjaga di depan gerbang ruas jalan keluar.

    Aksi penolakan terhadap kedatangan Neno Warisman terjadi karena dia rencananya akan menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru. Massa melakukan aksi dari Sabtu siang hingga sore.

    Baca juga: Polda Riau Tengah Evaluasi Izin Deklarasi #2019GantiPresiden

    Massa tersebut kemudian tidak terlihat lagi dan muncul massa berbeda mendesak aparat kepolisian untuk membiarkan Neno keluar dari bandara. Aksi tersebut berlangsung hingga kira-kira pukul 19.00 WIB dan massa pergi dari bandara, sementara pihak keamanan masih berjaga.

    Kemudian massa kembali lagi menjelang pukul 22.00 WIB meminta Neno Warisman diberikan akses keluar bandara. Setelah Neno dipulangkan, sebagian massa mulai membubarkan diri. Sementara itu, anggota kepolisian tetap berjaga.

    Kepala bidang Humas Kepolisian Daerah Riau, Sunarto, mengatakan pemulangan Neno dilakukan setelah proses negosiasi. "Itu wilayah otoritas bandara, petugas bandara melakukan upaya negosiasi. Proses nego lama, dari sore sampai malam," katanya.

    Baca juga: Cerita Neno Warisman Soal Insiden Batam dan #2019GantiPresiden

    Sunarto membantah bahwa pemulangan Neno Warisman ini karena acara deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru yang tidak diberi izin oleh kepolisian. Dia pun menuturkan proses perizinan tersebut.

    Menurut dia, awalnya penyelenggara memberi tahu Kepolisian Resor Kota Pekanbaru. Setelah itu, Kepala Polresta Pekanbaru memberi saran agar tidak diberi izin. Kemudian, kata dia, di tengah perjalanan, ketua panitia mengundurkan diri dan mencabut surat izin keramaian. "Posisi kami dalam hal tidak menerima surat," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.