Kapolri Minta Pengungsi Tak Percaya Hoax Gempa Susulan Lombok

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selembar foto di reruntuhan bangunan terdampak gempa bumi di Desa Jeringo, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Rabu, 22 Agustus 2018. BNPB mengatakan korban meninggal gempa Lombok mencapai 515 jiwa sejak rentetan bencana terjadi pada 27 Juli lalu. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Selembar foto di reruntuhan bangunan terdampak gempa bumi di Desa Jeringo, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Rabu, 22 Agustus 2018. BNPB mengatakan korban meninggal gempa Lombok mencapai 515 jiwa sejak rentetan bencana terjadi pada 27 Juli lalu. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Informasi tak benar atau hoaks tentang gempa susulan yang lebih besar pada 26 Agustus 2018 di kawasan Nusa Tenggara Barat masih meresahkan sejumlah pengungsi di Lombok. Jupri, 36 tahun, salah satu pengungsi gempa Lombok masih mempercayai kabar tersebut.

    "Iya ini nanti ada gempa susulan tanggal 26 itu," kata dia ditemui di tenda pengungsian di Desa Jeringo, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Jumat, 24 Agustus 2018.

    Baca: Temui Korban Gempa Lombok, Kapolri dan Panglima TNI Janjikan Ini

    Jupri mengaku tahu informasi yang nyatanya bohong itu dari mulut ke mulut. Dia berharap gempa susulan itu tidak terjadi. "Mudah-mudahan saja enggak ya," kata pria dua anak ini.

    Hoax gempa susulan 26 Agustus tersebar melalui media sosial belakangan ini. Postingan itu berjudul 'ada apa dengan tanggal 26?' dan 'ada apa dengan hari Minggu?'. Postingan tersebut mencocok-cocokan peristiwa bencana dan gempa yang terjadi pada tanggal 26 dan hari Minggu dengan gempa susulan di Lombok.

    Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengimbau masyarakat tidak percaya dengan kabar hoax itu. Dia meminta masyarakat hanya percaya pada kabar dari instansi resmi, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). "Jangan percaya pada isu yang tidak jelas," kata dia di Lombok, Kamis, 23 Agustus 2018.

    Baca: Panglima TNI Minta Pembersihan Puing Gempa Lombok Selesai 1 Bulan

    Sebelumnya, BMKG telah menyatakan kabar gempa susulan itu palsu. Menurut BMKG, belum ada teknologi yang bisa memprediksi kapan, di mana dan berapa kekuatan gempa bumi secara akurat hingga hari dan tanggal kejadian. BMKG meminta masyarakat hanya percaya pada informasi gempa dan tsunami yang berasal dari lembaganya.

    Kepolisian Daerah NTB juga tengah menelusuri penyebar hoaks tentang gempa susulan yang lebih dahsyat. Tim Cyber Crime Polda NTB bekerjasama dengan Mabes Polri untuk menyelidikinya. "Akan ada sanksi yang cukup berat untuk pelaku," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB Komisaris Besar Syamsuddin Baharuddin dikutip dari Antara, Jumat, 23 Agustus 2018.

    Baca: JK: Rehabilitasi Dampak Gempa Lombok Segera Dilakukan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.