Demokrat Tak Ikut Campur Soal Pemeriksaan Andi Arief oleh Bawaslu

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, memberikan keterangan kepada awak media susai rapat pleno, di Gedung DPP Partai Demokrat, Jakarta, 6 Maret 2017. Partai Demokrat menyerahkan keputusan untuk memberikan dukungan kepada paslon Ahok-Djarot atau Anies-Sandi yang maju dalam putaran kedua pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 kepada Agus Harimurti Yudhoyono. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrat tak akan ikut campur dalam pemeriksaan Andi Arief oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) soal dugaan mahar Rp 500 miliar. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, partainya menganggap polemik dugaan mahar politik yang diungkapkan Andi Arief itu sudah selesai.

Baca: Demokrat: Andi Arief Tak Sengaja Mangkir dari Panggilan Bawaslu

"Pokoknya polemik itu bagi Demokrat sudah selesai, sudah clear," kata Syarief di kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Agustus 2018.

Syarief enggan memberi penjelasan lebih saat ditanya apa yang dia maksud 'sudah selesai'. Sebelumnya, Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan partainya telah bertindak sesuai mekanisme internal terkait masalah ini. Namun, Ferdinand pun tak menjelaskan maksud mekanisme internal itu.

Baca: Ruhut Sitompul: Soal Mahar Politik, Andi Arief Bak Simalakama

Andi Arief, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, ini sebelumnya mengungkapkan adanya dugaan mahar dari Sandiaga Uno untuk Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera, masing-masing sebesar Rp 500 miliar. Andi menyebut mahar itu terkait dengan tiket pencalonan sebagai wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.

Sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Federasi Indonesia Bersatu kemudian melaporkan dugaan mahar itu ke Badan Pengawas Pemilu. Bawaslu pun menindaklanjuti dengan memanggil Andi Arief untuk menjadi saksi.

Baca: Soal Mahar Politik, Sandiaga Uno Siap Dipanggil Bawaslu

Hari ini, Andi Arief sedianya hadir memenuhi undangan Bawaslu yang kedua. Dia dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada pukul 10.00 WIB di kantor Bawaslu. Namun, Andi urung hadir dengan alasan masih di luar Jakarta.

"Saya tidak menghindar dan tidak juga mencabut dua twit saya," kata Andi melalui keterangan tertulisnya pagi ini, Jumat, 24 Agustus 2018.

Syarief Hasan pun mengatakan Demokrat tak ikut campur soal keputusan Andi Arief memenuhi panggilan Bawaslu ataupun tidak. "Ya terserah Pak Andi sendiri (datang atau tidak)," kata Syarief.






Bawaslu Sebut Laporan Penyebaran Tabloid soal Anies Tak Penuhi Syarat Materil

16 jam lalu

Bawaslu Sebut Laporan Penyebaran Tabloid soal Anies Tak Penuhi Syarat Materil

Bawaslu menyatakan laporan penyebaran tabloid KBA News tentang Anies Baswedan tidak memenuhi syarat materil.


AHY Sebut Lukas Enembe Sudah Empat Kali Terkena Stroke

23 jam lalu

AHY Sebut Lukas Enembe Sudah Empat Kali Terkena Stroke

AHY mengatakan telah bertemu dengan Lukas Enembe kemarin. Dia mengungkapkan kader Partai Demokrat itu telah terkena 4 kali serangan stroke.


NasDem Sebut Deklarasi Koalisi dan Capres Partai Itu Digelar 10 November 2022

1 hari lalu

NasDem Sebut Deklarasi Koalisi dan Capres Partai Itu Digelar 10 November 2022

Partai NasDem menyebut pengumuman koalisi dan calon presiden yang akan diusung partai itu akan dilakukan pada 10 November 2022.


Koalisi PKS, NasDem dan Demokrat Diprediksi Alot Tentukan Cawapres

1 hari lalu

Koalisi PKS, NasDem dan Demokrat Diprediksi Alot Tentukan Cawapres

PKS, NasDem dan Demokrat disebut bisa sepakat soal Anies Baswedan sebagai capres, tetapi alot dalam menentukan siapa pendampingnya.


Soal Peluang Anies Baswedan Jadi Capres, Ini Kata PKS

1 hari lalu

Soal Peluang Anies Baswedan Jadi Capres, Ini Kata PKS

PKS tak membantah soal nama Anies Baswedan yang akan mereka usung sebagai calon presiden bersama NasDem dan Demokrat.


NasDem 90 Persen Usung Anies Baswedan, Koalisi Diumumkan November Mendatang

1 hari lalu

NasDem 90 Persen Usung Anies Baswedan, Koalisi Diumumkan November Mendatang

Anies Baswedan disebut sebagai calon presiden yang paling berpeluang untuk diusung oleh koalisi NasDem, Demokrat dan PKS.


NasDem Sebut Koalisi dengan PKS dan Demokrat Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

2 hari lalu

NasDem Sebut Koalisi dengan PKS dan Demokrat Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

Partai NasDem dan calon mitra koalisinya memilih berhati-hati daripada terburu-buru dalam meresmikan koalisi.


Survei LSJ: PDIP Unggul dengan 22,8 Persen Disusul Gerindra, Demokrat Melejit ke Posisi Empat

2 hari lalu

Survei LSJ: PDIP Unggul dengan 22,8 Persen Disusul Gerindra, Demokrat Melejit ke Posisi Empat

PDIP memiliki elektabilitas tertinggi 22,8 persen disusul dengan Partai Gerindra dengan 16,9 persen. Kemudian Golkar dengan 10,3 persen.


PKS Belum Pastikan Ikuti NasDem Umumkan Capres dan Koalisi November

3 hari lalu

PKS Belum Pastikan Ikuti NasDem Umumkan Capres dan Koalisi November

PKS disebut-sebut bakal berkoalisi dengan Partai Demokrat dan Partai NasDem. Ketiganya mengatakan telah menjalin komunikasi yang intensif.


Survei CSIS: Elektabilitas Demokrat Samai Golkar, PDIP Tertinggi

3 hari lalu

Survei CSIS: Elektabilitas Demokrat Samai Golkar, PDIP Tertinggi

Tingkat elektabilitas PDIP mencapai 21,6 persen; Demokrat dan Golkar mencapai 11,3 persen.