Pengungsi Anak Gempa Lombok Keluhkan Sejumlah Penyakit. Apa Saja?

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga korban gempa berrsalaman usai melaksanakan Salat Idul Adha 1439 H di Posko Pengungsian Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Rabu 22 Agustus 2018. Sebanyak 1400 jiwa pengungsi korban gempa bumi di tenda pengungsian tersebut merayakan hari raya  Idul Adha di tenda pengungsian dan menyembelih hewan kurban sebanyak 30 ekor sapi sumbangan dari para donatur. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    Sejumlah warga korban gempa berrsalaman usai melaksanakan Salat Idul Adha 1439 H di Posko Pengungsian Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Rabu 22 Agustus 2018. Sebanyak 1400 jiwa pengungsi korban gempa bumi di tenda pengungsian tersebut merayakan hari raya Idul Adha di tenda pengungsian dan menyembelih hewan kurban sebanyak 30 ekor sapi sumbangan dari para donatur. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Hampir sebulan tinggal di pengungsian, anak-anak korban gempa Lombok di Dusun Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, mulai diserang penyakit. “Banyak anak-anak yang mengeluh gatal,” kata Taris, relawan di Dusun Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Rabu, 22 Agustus 2018.

    Baca: Rehabilitasi Dampak Gempa Lombok Dijanjikan 1 Tahun Selesai

    Selain gatal, para anak-anak tersebut juga terserang flu dan batuk. “Orang dewasa juga mulai batuk-batuk,” ujarnya. Ada sekitar 115 balita yang tinggal di posko Dusun Sajang. Sedangkan dewasa dan lanjut usia berjumlah 915 orang.

    Para pengungsi ini tidur di tenda-tenda yang berada di lapangan terbuka. Air bersih untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus juga terbatas.

    Taris mengatakan mereka membutuhkan bantuan medis. Obat-obatan yang tersedia di posko juga terbatas. “Kami menghubungi Palang Merah Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, dan Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah (MDMC),” kata dia.

    Rencananya, tim MDMC akan datang pada Kamis pagi, 23 Agustus 2018. Namun karena keterbatasan sumber daya manusia, tim medis bakal memeriksa di tiga tempat, yakni Sajang, Karya, dan Sembalun Atas.

    Simak juga: Kerugian Gempa Lombok Ditaksir Mencapai Rp 7,7 Triliun

    Daerah Sembalun menjadi tempat pertama yang terkena gempa Lombok pada 29 Juli lalu. Sekitar 16 orang meninggal saat itu. Rentetan lindu terus terjadi di Lombok selama tiga pekan terakhir ini. Total korban mencapai 500-an orang. Kerugian materi mencapai Rp 7 triliun lebih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.