Ingin Bertemu Presiden Jokowi, Sandiaga Uno Punya Rencana Apa?

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno diwawancara usai menghadiri acara Refreshing Mubalig Muhammadiyah Regional DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 18 Agustus 2018. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno diwawancara usai menghadiri acara Refreshing Mubalig Muhammadiyah Regional DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 18 Agustus 2018. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno mengatakan pasangannya untuk pemilihan presiden 2019, Prabowo Subianto, sedang mengatur pertemuan antara mereka dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Mereka berencana ingin sowan kepada Presiden sekaligus rivalnya pada pilpres 2019.

    "Kita tunggu aja, beliau (Jokowi) kan sibuk sekali. Kami enggak mau membebani beliau," kata Sandiaga seusai bermain basket di Jakarta Selatan, Sabtu, 18 Agustus 2018. Niat untuk bertemu sudah disampaikan dan Prabowo – Sandiaga menunggu jadwalnya.

    Baca:
    Pertemuan Sandiaga dan Ketum Golkar Akan Bahas Persoalan Ekonomi

    Zulkifli Hasan Ungkap Struktur Tim Pemenangan Prabowo - Sandiaga

    Sebelumnya diberitakan bahwa Sandi berniat mencium tangan Jokowi. Saat ditanya apa alasannya, dia mengatakan itu hal biasa untuk menghormati orang yang lebih tua. "Itu kan ikhtiram namanya.”

    Sandiaga mencontohkan, bahkan jika bertemu dengan orang tua di lapangan basket pun, ia akan mencium tangan orang itu. “Di sini saja (lapangan basket), kalau ketemu yang tua, saya cium tangan juga."

    Baca: Sandiaga Uno Pamit, Anies Baswedan: We Will ...

    Sandiaga mengaku kebiasaan mencium tangan menjadi bagian dari kesehariannya. Misalnya, saat bertemu mertua dan ibunya. "(Cium tangan) Sama orang yang dituakanlah, apalagi presiden," ujar mantan wakil gubernur DKI ini.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.