Ma'ruf Amin Akan Berangkat Haji Besok

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam organisasi masyarakat keagamaan, Maruf Amin mengemban amanat sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sejak 2015 hingga 2020. Saat ini, Maruf merupakan Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI. Dok. TEMPO

    Dalam organisasi masyarakat keagamaan, Maruf Amin mengemban amanat sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sejak 2015 hingga 2020. Saat ini, Maruf merupakan Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI. Dok. TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin akan berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah, Arab Saudi, pada Selasa, 14 Agustus 2018.

    "Besok Pak Kiai Ma'ruf Amin akan menunaikan ibadah haji," kata Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding saat ditemui di Hotel Oria, Jakarta Pusat, Senin, 13 Agustus 2018.

    Baca: JK Bersedia Jadi Penasihat Tim Pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin

    Saat ini, Ma'ruf Amin tengah menjalani serangkaian proses sebagai bakal cawapres, yang mendampingi capres Joko Widodo. Pada Ahad, 12 Agustus 2018, Ma'ruf baru menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto selama lebih-kurang 12 jam.

    Saat itu, Ma'ruf tampak bugar dan mengaku tidak kelelahan. "Tawaf dan sai lebih melelahkan," ujar Ma'ruf di RSPAD, Jakarta, Ahad.

    Baca: Luhut: Ma'ruf Amin Bisa Cegah Insiden Pilkada DKI Terulang

    Karding meyakini kondisi kesehatan Ma'ruf akan baik-baik saja selepas berangkat ke Mekah. "Tahapan tes kesehatan juga tinggal proses verifikasi saja, dan kesehatan insya Allah enggak masalah. Harus berangkat," ucapnya.

    Ia juga yakin Ma'ruf akan lolos tes kesehatan kendati usianya sudah memasuki 75 tahun. Menurut dia, Ma'ruf masih energik pada usianya yang sudah sepuh. Ma'ruf juga masih sanggup berkeliling ke luar kota memberikan ceramah di pengajian-pengajian.

    Baca: Jadi Cawapres Jokowi, Ini Kata Ma'ruf Amin Soal Jabatan Ketua MUI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.