Rabu, 17 Oktober 2018

Cak Imin Legawa Jika Mahfud MD Jadi Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tiba di restauran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, 9 Agustus 2018. TEMPO / Friski Riana

    Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tiba di restauran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, 9 Agustus 2018. TEMPO / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin legawa jika mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dipilih menjadi calon wakil presiden oleh Joko Widodo atau Jokowi.

    "Pak Mahfud kan keluarga kita juga," ujar Cak Imin saat ditemui di Restoran Plataran Menteng, Jakarta pada Kamis, 9 Agustus 2018.

    Baca: Soal Manuver ke NU, PKB Dikritik Putri Gus Dur

    Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimans) PKB menghasilkan tiga pandangan dari 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang hadir dalam rapat yang digelar di DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta pada Kamis, 9 Agustus 2018. Pandangan pertama adalah Cak Imin akan mendampingi Jokowi, pandangan kedua Cak Imin akan berpasangan dengan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan ketiga Jokowi sebagai calon presiden, siapapun wakil presiden-nya.

    Soal adanya opsi Cak Imin-Gatot, Cak Imin menjawab tidak tahu. "Enggak, enggak pernah dengar opsi itu," kata dia.

    Baca: Putri Gus Dur Sebut Muhaimin Iskandar Masih Punya Beban Masa Lalu

    Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan penentuan waktu deklarasi Jokowi dan cawapresnya akan diputuskan usai pertemuan dengan para ketua umum dan sekretaris jenderal partai koalisi pendukungnya di Restoran Plataran Menteng, Jakarta pada sore ini. Mahfud MD disebut-sebut sudah pasti akan menjadi cawapres Jokowi.

    Baca: Cawapres Jokowi, Manuver Cak Imin, Mahfud MD, dan Reaksi NU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khasoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas karena Kasus Korupsi

    Jamal Khasoggi dan sejumlah wartawan tewas di Eropa ketika melakukan investigasi kasus korupsi. Ada yang diperkosa, dibom, dan bahkan dimutilasi.