Tampung Siswa yang Rumahnya Jauh, SMKN 5 Cikelet Garut Perbanyak Asrama

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjabat Gubernur Jawa Barat  H. Mochamad Iriawan usai dialog interaktif dengan kepala sekolah, guru dan siswa SMKN 5 Cikelet Garut, Jawa, Barat, Jumat, 3 Agustus 2018. (dok Pemprov Jabar)

    Penjabat Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan usai dialog interaktif dengan kepala sekolah, guru dan siswa SMKN 5 Cikelet Garut, Jawa, Barat, Jumat, 3 Agustus 2018. (dok Pemprov Jabar)

    INFO NASIONAL– Pemerintah Provinsi Jawa Bara segera membangun asrama di SMKN 5 Cikelet Garut untuk menampung  siswa yang rumahnya jauh dari sekolah.

    "Ini solusi kami untuk memperluas asrama yang saat ini hanya bisa menampung 50 orang setelah itu baru infrastruktur lainnya," kata Penjabat Gubernur Jawa Barat M Iriawan usai dialog interaktif dengan kepala sekolah, guru dan siswa SMKN 5 Cikelet Garut, Jawa Barat, Jumat, 3 Agustus 2018.

    Sebagai satu-satunya sekolah di Garut yang fokus pada bidang kelautan, SMKN 5 Cikelet tahun ini mengalami peningkatan jumlah murid yang signifikan. SMKN 5 Cikelet kini menampung 297 siswa dan sudah meluluskan 13 angkatan sejak berdiri tahun 2005.

    Kebanyakan siswa bertempat tinggal di daerah pegunungan, baik yang berasal dari Kecamatan Cikelet maupun di daerah lainnya. Tak sedikit siswa harus menempuh perjalanan belasan hingga puluhan kilometer menuju sekolah.

    "Ada yang sampai satu jam sampai ke sekolah, biaya pun jadi mahal karena itu asrama sangat diperlukan agar mereka bisa fokus belajar. Ini juga keinginan dari siswa setelah saya berdialog tadi," ujar Iriawan.

    Ia menambahkan, setelah asrama terbangun pihaknya akan mendirikan juga tempat pelatihan dengan menggandeng pihak swasta. "Kenapa tidak, kalau aturannya memungkinkan, dari pada harus jauh-jauh ke tempat lain. Jadi mereka buat pelatihan disini dan lahannya dari kita, pokoknya akan kita upayakan," kata dia.

    Selain itu, agar sekolah tersebut setara dengan sekolah kelautan di Cidaun dan Mundu, Dinas Pendidikan Jabar juga  segera melengkapi fasilitas penunjang lainnya. "Ya akan kita bantu penuhi peralatan seperti komputer, kita masih ada  persediaan. SMKN 5 ini harus setaraf dengan yang di Cidaun dan Mundu," ujar Iriawan.

    Kepala Sekolah SMKN 5 Cikelet, Erdi Ridwan menyambut baik rencana Pemprov Jabar yang akan membangun asrama dan tempat pelatihan. "Siswa kami kebanyakan rumahnya jauh. Mudah-mudahan nanti terealisasi boarding school atau asrama jadi anak menginap disini sekaligus belajar," kata Erdi. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?