Begini Pandangan Abdul Somad Soal Multikulturalisme di Indonesia

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Wakil Presiden Jusuf Kalla temani Ustad Abdul Somad berjalan kaki menuju Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, 4 Februari 2018. Foto/Biro Pers Sekretariat Wakil Presiden

TEMPO.CO, Jakarta - Pendakwah Abdul Somad mengajak masyarakat Indonesia untuk merawat multikulturalisme saat mengisi tablig akbar di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Baca juga: Ditolak Ormas, Ceramah Ustad Abdul Somad di Semarang Tetap Jalan

"Indonesia itu berasal dari kata Indo, yakni India dan nesia atau pulau-pulau. Artinya, pulau-pulau yang ada di balik Negara India," katanya, saat tabligh akbar di Unissula Semarang, Senin.

Ulama asal Riau itu mengingatkan ketika itu tidak dinamakan negeri Jawa, dan sebagainya, tetapi mendeklarasikan sebagai bangsa yang satu, berbahasa satu, dan bertanah air satu, yakni Indonesia.

Masyarakat Jawa dipersilakan mengajarkan bahasa jawa kepada anak-anaknya, demikian pula masyarakat Sumatera, dan daerah lain dengan berbagai budaya lainnya, tetapi tetap menjaga keindonesiaan.

"Jangan sampai kemudian kehilangan identitas. Silakan orang belajar bahasa Jawa, bahasa Sumatera, tetapi tetap cinta Indonesia, tetap menjaga keindonesiaan," kata sosok kelahiran Silo Lama, Sumatera Utara itu.

Pria yang akrab disapa Ustad Abdul Somad menyebutkan Madinah bisa dijadikan sebagai contoh atau simbol masyarakat multikulturalisme pada zaman Nabi Muhammad SAW dengan banyaknya suku, agama, dan budaya masyarakatnya.

"Madinah merupakan simbol masyarakat multikulturalisme. Ada Maria Qibtiyah yang beragama Kristen Koptik, ada Salman Al Farisi dari Persia, dan banyak lagi," kata ulama kelahiran 18 Mei 1977 itu.

Baca juga: Polri Sebut Ormas Tak Boleh Larang Abdul Somad Ceramah

Dijelaskannya, Islam mengajarkan ukhuwah islamiyah bagi sesama Muslim, ukhuwah wathoniyah sebagai sesama bangsa, ukhuwah basyariah sebagai sesama manusia, dan ukhuwah khalqiyah sebagai sesama mahluk Allah SWT.

"Sesama Islam bersaudara, yakni ukhuwah islamiyah. Saya dengan tetangga, Pak Pandjaitan juga bersaudara karena sama-sama sebangsa, itu ukhuwah wathoniyah, kemudian sesama manusia ukhuwah basyariah," katanya.

Ada lagi, kata dia, ukhuwah kholwiyah sebagai sama-sama makhluk Allah SWT sehingga tidak boleh menyakiti hewan dan tanaman, apalagi membunuhnya tanpa alasan karena dilarang tegas dalam Islam.

Ajaran untuk menjaga alam semesta sudah diajarkan Nabi Muhammad SAW sejak 14 abad lalu, lanjut dia, sebab hewan dan binatang sama-sama makhluk Allah yang hidup sehingga tidak boleh disakiti atau disiksa.

Jangan seenaknya menebang pohon tanpa alasan, beda lagi kalau mau ditanam padi, boleh. Bahkan, ular dan kalajengking yang mengganggu dibunuh dengan sekali bunuh, tidak boleh disiksa," tegasnya.

Umat Islam, kata dia, sekarang ini terpecah belah, padahal Islam adalah Rahmatan lil alamin yang harus dimulai dari diri sendiri sebagai seorang muslim dengan menebarkan kedamaian kepada sekitar.

"Mulai dari diri sendiri dan jangan tunda mulai hari ini dalam lingkungan terdekat. Pulang ngaji ini, hati-hati, jangan rebut-rebutan, gesek-gesekan, kalau ada sampah dipungutin," katanya.

Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, beserta sejumlah jajaran, termasuk kalangan DPRD Kota Semarang, seperti Agung Budi Margono dan Joko Santoso.

Baca juga: Diusung Jadi Cawapres, Abdul Somad: Doakan Jadi Kiai Sampai Mati

Sebagaimana diwartakan, sempat terjadi penolakan dari sejumlah organisasi kemasyarakatan atas penyelenggaraan tablig akbar yang menghadirkan Abdul Somad di Semarang, pada 30-31 Juli 2018.

Ormas-ormas itu menganggap Abdul Somad merupakan aktivis Hizbut Tahrir Indonesia yang sudah dibubarkan pemerintah.






Ustad Abdul Somad Berkunjung ke Rumah Anies Baswedan

41 hari lalu

Ustad Abdul Somad Berkunjung ke Rumah Anies Baswedan

Ustad Abdul Somad berkunjung ke rumah Anies Baswedan. Bertemu dengan Keluarga Besar Anies.


UAS Isi Pengajian di Jonggol Malam Ini, Sempat Ada Penolakan dari Warga

17 Juni 2022

UAS Isi Pengajian di Jonggol Malam Ini, Sempat Ada Penolakan dari Warga

Ustadz Abdul Somad alias UAS dipastikan tetap mengisi pengajian di Masjid Citra Indah, Jonggol, Kabupaten Bogor.


Anies Baswedan dan Jusuf Kalla di Tengah Alumni Timur Tengah, Ada Pidato UAS

17 Juni 2022

Anies Baswedan dan Jusuf Kalla di Tengah Alumni Timur Tengah, Ada Pidato UAS

Anies Baswedan dan Jusuf Kalla menghadiri Silaturahmi dan Musawarah Nasional I Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI).


Hadiri Munas JATTI, Anies Baswedan Ingin Indonesia jadi Pusat Pendidikan Islam

17 Juni 2022

Hadiri Munas JATTI, Anies Baswedan Ingin Indonesia jadi Pusat Pendidikan Islam

Gubernur DKI Anies Baswedan dan Mantan Wapres RI Jusuf Kalla menghadiri Munas I Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI)


BNPT Sebut Penceramah Moderat Tekan Konten Keagamaan Radikal di Dunia Maya

29 Mei 2022

BNPT Sebut Penceramah Moderat Tekan Konten Keagamaan Radikal di Dunia Maya

BNPT menyebut sebanyak 67,7 persen konten keagamaan dunia maya merupakan konten bernuansa intoleran dan radikal.


Ustad Abdul Somad Disebut Radikal, Kans Gibran Menang Pilgub DKI Jadi Berita Top

25 Mei 2022

Ustad Abdul Somad Disebut Radikal, Kans Gibran Menang Pilgub DKI Jadi Berita Top

Berita Ustad Abdul Somad yang ditolak masuk Singapura karena dinilai sebagai penyebar ajaran radikal menjadi yang paling banyak dikunjungi.


Kepala BNPT: Kita Harus Hormati Kebenaran Versi Agama Lain

24 Mei 2022

Kepala BNPT: Kita Harus Hormati Kebenaran Versi Agama Lain

Ketua BNPT Boy Rafli Amar berpendapat, fanatisme dalam konteks kehidupan beragama harus menghormati agama lain.


Singapura Imbau Warga, Hati-hati Ceramah UAS

24 Mei 2022

Singapura Imbau Warga, Hati-hati Ceramah UAS

Warganya Singapura diminta berhati-hati dan cerdas dalam menyikapi pengkhotbah asing usai kasus UAS ditolak masuk Singapura, ramai.


UAS Ditolak Masuk ke Singapura, Kepala BNPT: Kita Tidak Bisa Intervensi

24 Mei 2022

UAS Ditolak Masuk ke Singapura, Kepala BNPT: Kita Tidak Bisa Intervensi

Kepala BNPT mengatakan pemerintah Indonesia tidak bisa mengintervensi Singapura yang menolak UAS masuk. Dia menilai aturan negara itu sudah tegas.


Singapura Tidak Mau Minta Maaf Setelah Tolak UAS

24 Mei 2022

Singapura Tidak Mau Minta Maaf Setelah Tolak UAS

Shanmugam mengatakan mayoritas warga Singapura mendukung keputusan menolak masuknya UAS ke negara itu.