Idrus Marham Akan ke KPK Lagi Kamis, Masih Soal Suap PLTU Riau-1

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Idrus Marham keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah diperiksa hampir 10 jam terkait dengan dugaan suap kasus PLTU Riau-I, Kamis, 19 Juli 2018. Idrus diperiksa untuk tersangka Eni Maulani Saragih serta Johannes Budisutrisni Kotjo. Tempo/Syafiul Hadi

    Menteri Sosial Idrus Marham keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah diperiksa hampir 10 jam terkait dengan dugaan suap kasus PLTU Riau-I, Kamis, 19 Juli 2018. Idrus diperiksa untuk tersangka Eni Maulani Saragih serta Johannes Budisutrisni Kotjo. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Bogor - Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan akan kembali mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis, 26 Juli 2018. Ia akan melanjutkan pemeriksaan sebelumnya, sebagai saksi dalam kasus dugaan suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU Riau I.

    Baca: KPK Dalami Pertemuan Eni Saragih dengan Idrus Marham

    Kamis, 19 Juli lalu, Idrus memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai tersangka perkara suap PLTU Riau 1 untuk dua tersangka yaitu Wakil Ketua Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat Eni Maulani Saragih dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo.

    Idrus mengaku dirinya telah memberikan keterangan panjang kepada penyidik KPK. Namun pemeriksaan mesti dihentikan di tengah jalan lantaran saat itu sudah larut malam. Karena itu, ia dan penyidik bersepakat melanjutkan pemeriksaan pekan ini.

    Baca: Diperiksa 11 Jam, Idrus Marham Jadi Saksi Eni Saragih dan Kotjo

    "Insya Allah, hari Kamis, dan itu janji saya. Jadi, dua hari lagi saya akan datang untuk memberikan penjelasan sebagai lanjutan penjelasan saya sebelumnya," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 24 Juli 2018.

    Terkait keterangan apa saja yang akan dia sampaikan ke penyidik KPK, Idrus menolak menjelaskan rinci. "Janganlah, kayak penyidik saja," ujarnya.

    Politikus Partai Golkar ini menjadi sorotan saat kasus dugaan suap proyek PLTU Riau 1 mencuat. Sebab, Eni Saragih, yang merupakan koleganya di Partai Golkar, ditangkap KPK saat berada di rumahnya pada Jumat, 13 Juli 2018.

    Baca: KPK Dalami Dugaan Aliran Suap PLTU Riau-1 ke Idrus Marham

    Dalam perkara ini, KPK menduga Eni Saragih menerima uang suap total Rp 4,8 miliar dari pengusaha Johannes sebagai imbalan untuk memuluskan penandatanganan kerja sama proyek PLTU Riau 1 yang ditangani perusahaan Johannes. KPK menduga Eni tak menikmati duit itu sendirian.

    Idrus Marham dikenal memiliki hubungan dekat dengan Eni. Idrus mengklaim dirinya mudah bergaul dengan siapa saja. "Pergaulan saya dalam dunia politik, ya jangankan satu partai, dengan partai lain saja saya fleksibel dan cukup harmonis, cukup baik, jadi tidak ada masalah," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.