KPK Dalami Pertemuan Eni Saragih dengan Idrus Marham

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Idrus Marham keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah diperiksa terkait dengan dugaan suap kasus PLTU Riau-I, Kamis, 19 Juli 2018. Idrus diperiksa untuk tersangka Eni Maulani Saragih dan Johannes Budisutrisni Kotjo. Tempo/Syafiul Hadi

    Menteri Sosial Idrus Marham keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah diperiksa terkait dengan dugaan suap kasus PLTU Riau-I, Kamis, 19 Juli 2018. Idrus diperiksa untuk tersangka Eni Maulani Saragih dan Johannes Budisutrisni Kotjo. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mendalami pertemuan Menteri Sosial Idrus Marham dengan Eni Maulani Saragih (Eni Saragih), tersangka dugaan suap proyek PLTU Riau 1. "Kami mendalami lebih lanjut terkait pengetahuan saksi tentang pertemuan-pertemuan saksi (Idrus Marham) dengan EMS (Eni Saragih)," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis, 19 Juli 2018.

    Simak: Eni Saragih Niatkan Hasil Suap Proyek PLTU untuk Bersedekah

    Febri mengatakan pemeriksaan Idrus dilakukan untuk mengorek keterangan pertemuannya dengan Eni. KPK, kata dia, perlu mendalami pertemuan antara Idrus Marham dengan Eni Saragih.

    Menurut Febri, Idrus juga diperiksa terkait informasi aliran dana kasus itu. Sebab, KPK curiga uang suap proyek PLTU Riau 1 sebesar Rp 4,8 miliar sudah mengalir sejak Desember sampai Eni Saragih ditangkap di rumah Idrus Marham pada Jumat (13/7).

    "Jadi perlu diklarifikasi dan dikonfirmasi lebih lanjut," kata Febri. "Sejauh mana saksi tahu termasuk mulai dari awal apakah ada komunikasi atau permainan uang yang diketahui atau tidak diketahui saksi."

    Dalam perkara korupsi PLTU Riau 1, KPK juga menetapkan pengusaha Johannes Budisutrisni Kotjo sebagai tersangka pemberi suap. KPK menduga Johannes memberikan uang suap total Rp 4,8 miliar kepada Eni Saragih untuk memuluskan penandatanganan kerja sama dalam proyek yang digarap perusahaannya. KPK menduga Eni tak menikmati duit itu sendirian.

    Kasus suap PLTU Riau-1 ini bermula dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada Jumat, 13 Juli 2018. Dalam operasi itu, Eni ditangkap di rumah dinas Idrus, sedangkan Johannes ditangkap di kantornya. KPK menyita Rp 500 juta dalam pecahan Rp 100 ribu dan tanda terima uang tersebut.

    Simak juga: Eksklusif Eni Saragih: Saya Pikir Rezeki dari Swasta itu Halal

    KPK memeriksa Idrus Marham setelah menggeledah delapan lokasi sejak Ahad, 15 Juli hingga Senin, 16 Juli 2018. Tempat yang digeledah antara lain, rumah Direktur Utama PLN Sofyan Basir, ruang kerja Eni Saragih, dan kantor PLN Pusat. Dari penggeledahan KPK menyita dokumen proyek dan rekaman CCTV.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.