Jokowi Bertemu Partai Pendukung, Ketua PPP: Makan Rendang Koalisi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menyampaikan sambutan pada penutupan Workshop Nasional Anggota DPRD PPP 2018 di Jakarta, 15 Mei 2018.  ANTARA/Wahyu Putro A

    Presiden Jokowi menyampaikan sambutan pada penutupan Workshop Nasional Anggota DPRD PPP 2018 di Jakarta, 15 Mei 2018. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berkumpul bersama enam pimpinan partai politik koalisi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin malam, 23 Juli 2018. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Romy mengatakan agenda pertemuan yang sudah pasti ialah makan malam. "Malam ini, di Istana Bogor, acaranya adalah makan malam dengan menu rendang koalisi," kata Romy kepada Tempo, Senin, 23 Juli 2018.

    Baca: Fadli Zon Tantang Jokowi Segera Umumkan Cawapresnya

    Dalam pertemuan itu, Jokowi akan berbincang dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Sukarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Keadilan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, serta Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang.

    Adapun agenda lainnya, kata dia, akan disampaikan setelah pertemuan usai. Menurut Romy, pertemuan Jokowi dan ketua umum parpol semestinya dilakukan sebelum 15 Juli 2018. "Namun karena mencari waktu yang cocok untuk semua, maka baru hari ini, 23 Juli, mulai jam 19.00 dapat dilaksanakan," ujarnya.

    Beberapa waktu lalu, Romy pernah menyampaikan, sebelum 15 Juli 2018, pimpinan partai politik pendukung Jokowi  akan berkumpul untuk membahas calon wakil presiden Jokowi.

    Simak juga: Cawapres Jokowi Akan Diumumkan dalam Satu atau Dua Pekan Lagi

    Jokowi juga telah menyampaikan ada lima orang yang masuk dalam kandidat kuat cawapresnya dalam pemilihan presiden atau Pilpres 2019. Dalam kesempatan lain, ia menyebut empat nama cawapres, yaitu Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Mahfud MD, Airlangga Hartarto, juga Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.