Survei LIPI: Pemilih PAN dan Demokrat Cenderung Pilih Jokowi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Ketua Panitia Pelaksana Rembuk Nasional Aktivis 98 Junaidi Rizaldi di JIEXPO Kemayoran, 7 Juli 2018. Tempo / Friski Riana

    Presiden Joko Widodo bersama Ketua Panitia Pelaksana Rembuk Nasional Aktivis 98 Junaidi Rizaldi di JIEXPO Kemayoran, 7 Juli 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan pemilih Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat cenderung memilih Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai calon presiden di pilpres 2019.

    Survei tersebut menyebutkan ada 45,8 persen pemilih PAN dan 53,3 persen pemilih Demokrat yang menginginkan Jokowi sebagai capres dalam pilpres 2019. Sedangkan sisanya menginginkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres.

    Baca: PKB Sebut Tetap Bersama Jokowi Meski Kadernya Tak Jadi Cawapres

    "Hasil survei ini menunjukkan grassroot pemilih dua partai ini lebih banyak mendukung Pak Jokowi ketimbang Pak Prabowo," kata peneliti senior LIPI, Syamsuddin Haris, di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Kamis, 19 Juli 2018.

    Sampai saat ini, Demokrat belum menentukan sikap di pilpres 2019. Sedangkan PAN, kendati kerap tampil mesra dengan Gerindra dan PKS, belum kunjung mengumumkan ke mana arah koalisi partainya.

    Baca: Survei LIPI: Publik Ingin Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

    Menurut Syamsuddin, angka tersebut bisa saja berubah, tergantung siapa calon wakil presiden yang dipilih keduanya di pilpres 2019. "Pertimbangan pemilih cenderung kepada tokoh daripada partai saat ini," ujarnya.

    Survei LIPI dilakukan pada 19 April-5 Mei 2018. Adapun metode sigi yang digunakan adalah multistage random sampling dengan sampel survei berjumlah 2.100 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka dengan margin of error (MoE) sebesar 2,14 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

    Baca: Presiden Jokowi Lantik 724 Perwira TNI - Polri

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.