Politikus Hanura dan PPP Loncat ke NasDem, Apa Alasannya?

Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Johny G. Plate (kiri), Ketua Badan Pemenangan Pemilu Nasdem Effendy Choirie beserta rombongan mendaftarkan nama bakal calon legislatif (caleg) ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, 16 Juli 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah politikus yang duduk di parlemen memilih keluar dari partainya untuk maju menjadi calon legislator melalui partai lain. Bekas politikus Partai Hanura, Dadang Rusdiana, terang-terangan mengatakan berpindah ke Partai NasDem dalam pencalonan legislator pada Pemilu 2019.

“Saya punya kedekatan dengan NasDem. Secara pribadi saya pernah menjadi bagian dari ormas NasDem,” kata Dadang kepada Tempo, Senin, 16 Juli 2018.

Baca: NasDem Daftarkan 575 Caleg, 15 Orang Pindahan dari Partai Lain

Dadang mengatakan konflik yang terjadi di internal partai menyebabkan dia keluar dari Hanura. Konflik tersebut membuat sejumlah kader partai tak bisa mencalonkan diri sebagai anggota Dewan karena tak diakui dalam surat keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Karena itu, dia memutuskan membuat surat pengunduran diri dari anggota Hanura.

Pengajuan bakal calon legislator dibuka sejak 4 Juli lalu oleh Komisi Pemilihan Umum. Hari ini menjadi hari terakhir bagi partai politik untuk mendaftarkan bakal calon legislatornya hingga pukul 12.00 malam nanti. Kemarin, baru Partai NasDem yang datang untuk mendaftarkan para calonnya.

Baca: Pendaftaran Pileg 2019, Caleg NasDem Bali Pakai Topeng Jokowi

Menurut Dadang, alasan lain dirinya memilih bergabung dengan NasDem adalah ada dukungan yang diberikan partai dalam pencalonan dan kampanye. Ia menyebut NasDem tak memungut biaya politik sepeser pun untuk bakal calon legislator.

Dia mengatakan bakal calon anggota legislatif dari NasDem tidak perlu memikirkan bagaimana memelihara jaringan organisasi. “Itu urusan partai, termasuk membiayai DPC dan DPD, tidak usah dipikirkan,” katanya.

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani membeberkan kadernya juga ada yang berpindah ke NasDem. Dia adalah anggota Komisi Ketenagakerjaan DPR, Okky Asokawati. Ia mengatakan tak ada paksaan bagi Okky untuk tetap berada di partai berlambang Ka’bah itu. “Yang penting kepindahan itu dilakukan dengan elegan dan beretika, seperti memberi tahu baik-baik dan mengundurkan diri dari DPR dulu,” ujarnya.

Baca: NasDem Daftar Caleg ke KPU, Ada Nama Manohara dan Kristina

Menurut Arsul, tak ada konflik yang menyangkut Okky dalam internal partainya. Ia menilai Okky mampu membina hubungan baik dengan kubu Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy dan Djan Faridz. Hanya, kata dia, PPP tidak bisa memberikan bantuan dalam jumlah besar kepada kader atau pengurus untuk kembali mencalonkan sebagai anggota Dewan. “Yang tidak bisa PPP berikan adalah bantuan dalam jumlah miliaran,” katanya.

Arsul mengatakan perpindahan juga tidak hanya dialami oleh kader PPP ke partai lain. Sejumlah kader dari partai lain pun, kata dia, berpindah ke PPP. Bahkan ia membocorkan ada bekas perwira tinggi dari Tentara Nasional Indonesia dan Polri yang akan bergabung. Termasuk sejumlah eksekutif di BUMN dan aktivis dalam organisasi masyarakat.

Baca: KPU Kebut Verifikasi Berkas Caleg Setelah Pendaftaran Ditutup

Komisioner KPU, Ilham Saputra, mengimbau semua partai politik segera mendaftar ke KPU. Sebab, pendaftaran hanya dibuka sampai hari ini dan tidak akan diperpanjang. KPU, kata dia, segera memverifikasi berkas pendaftaran ketika dokumen sudah masuk. “Konsekuensinya, apabila tidak mendaftar, ya tidak akan ikut dalam pencalegan,” tuturnya.






Ditanya Soal NasDem Sokong Anies Baswedan Jadi Capres, Prabowo: Ini Hari Ulang Tahun TNI

2 jam lalu

Ditanya Soal NasDem Sokong Anies Baswedan Jadi Capres, Prabowo: Ini Hari Ulang Tahun TNI

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto masih enggan mengomentari dukungan resmi dari Partai NasDem kepada Anies Baswedan.


PSI Sebut Anies Baswedan Terlibat Politik Identitas, NasDem: Semua Manusia Pasti Pernah Berbuat Salah

4 jam lalu

PSI Sebut Anies Baswedan Terlibat Politik Identitas, NasDem: Semua Manusia Pasti Pernah Berbuat Salah

NasDem menilai Anies Baswedan tidak berlaku diskriminatif dan tak mengulang kesalahannya melakukan politik identitas.


Politikus NasDem Laporkan Komika Mamat Alkatiri ke Polisi Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

14 jam lalu

Politikus NasDem Laporkan Komika Mamat Alkatiri ke Polisi Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Dugaan pencemaran nama baik itu terjadi ketika komika Mamat Alkatiri melakukan roasting terhadap anggota Komisi I DPR tersebut.


Majelis Syuro PKS Tetapkan Kriteria Capres 2024 Religius Nasionalis

18 jam lalu

Majelis Syuro PKS Tetapkan Kriteria Capres 2024 Religius Nasionalis

PKS disebut-sebut bakal menjalin koalisi bersama Partai NasDem dan Partai Demokrat.


Anies Baswedan Diusung NasDem, Ganjar Pranowo Dijagokan PSI: Sesama Alumnus UGM yang Menjadi Gubernur

19 jam lalu

Anies Baswedan Diusung NasDem, Ganjar Pranowo Dijagokan PSI: Sesama Alumnus UGM yang Menjadi Gubernur

NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai Capres 2024, sedangkan Ganjar Pranowo Dijagokan PSI. Keduanya sama-sama alumnus UGM dan jadi gubernur.


NasDem Deklarasi Anies Capres 2024, Puan Maharani: Saat Ini Kita Sedang Berduka

20 jam lalu

NasDem Deklarasi Anies Capres 2024, Puan Maharani: Saat Ini Kita Sedang Berduka

Puan Maharani mengatakan tiap partai politik memiliki mekanisme masing-masing untuk memilih calonnya.


Pola Cepat Nasdem Tentukan Capres, Dulu Jokowi Sekarang Anies Baswedan

21 jam lalu

Pola Cepat Nasdem Tentukan Capres, Dulu Jokowi Sekarang Anies Baswedan

Partai Nasdem resmi usung Anies Baswedan sebagai Capres 2024. Pada 2014, Nasdem menjadi partai pertama mendukung PDIP mengusung Jokowi sebagai Capres.


Politikus PDIP Kritik Deklarasi Capres Anies oleh NasDem, Sebut Intervensi ke KPK

1 hari lalu

Politikus PDIP Kritik Deklarasi Capres Anies oleh NasDem, Sebut Intervensi ke KPK

"Saat ini posisi Gubernur Anies masih dalam proses pemeriksaan di KPK," kata politikus PDIP Gilbert Simanjuntak


KPK Libatkan BPK di Kasus Formula E, NasDem: Anies Baswedan Sumbang 5 WTP untuk DKI

1 hari lalu

KPK Libatkan BPK di Kasus Formula E, NasDem: Anies Baswedan Sumbang 5 WTP untuk DKI

NasDem meyakini Anies Baswedan tak melakukan penyimpangan dalam kasus Formula E. Hal ini terbukti dari 5 kali opini WTP yang diberikan BPK ke DKI.


Pengamat Sebut Deklarasi Anies Capres Membuat Poros Politik Makin Mengerucut

1 hari lalu

Pengamat Sebut Deklarasi Anies Capres Membuat Poros Politik Makin Mengerucut

Agung Baskoro menilai deklarasi Anies sebagai sebagai capres oleh NasDem bakal membuat poros politik yang eksis semakin mengerucut.