Kata Sekjen PDIP Soal Nama Cawapres yang Dikantongi Jokowi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo disambut oleh Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto (kanan) dan Panitia Pengarah Rakernas PDIP Prananda Prabowo dalam pembukaan Rakernas III PDIP di Sanur, Bali, 23 Februari 2018. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

    Presiden Joko Widodo disambut oleh Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto (kanan) dan Panitia Pengarah Rakernas PDIP Prananda Prabowo dalam pembukaan Rakernas III PDIP di Sanur, Bali, 23 Februari 2018. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO. Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan ada banyak nama calon wakil presiden (cawapres) yang dibahas Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan di Istana Batu Tulis, Bogor pada Ahad malam, 8 Juli 2018. Namun Hasto menolak mengungkapkan ada berapa nama yang menguat.

    "Saat itu saya lihat (nama-nama cawapres) di kantongnya Pak Jokowi semi-semi tebal," ujar Hasto di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat pada Rabu, 11 Juli 2018.

    Baca: Tanggapan Mahfud MD Masuk Daftar Cawapres Jokowi

    Yang jelas, kata Hasto, semua nama tersebut sudah dibahas dengan Megawati dan dilanjutkan dengan dialog para ketua umum partai pendukung Jokowi. Adapun Jokowi sejauh ini telah mendapat dukungan dari empat partai lain selain PDIP, yaitu PPP, Golkar, Nasdem dan Hanura.

    Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno sebelumnya mengatakan saat ini partainya masih mematangkan daftar nama prioritas cawapres Jokowi. Jumlahnya ada tiga sampai lima nama yang sudah masuk. Nama yang masuk daftar prioritas tersebut, mengerucut dari daftar panjang terdiri dari 15-20 nama, daftar pendek 5-10 nama, sampai muncul 3-5 nama yang menjadi prioritas.

    Baca: PDIP Sebut Sudah Ada 3 hingga 5 Nama Prioritas Cawapres Jokowi

    Menurut Hendrawan, nama-nama yang ada di daftar pendek dan prioritas hanya diketahui oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Namun untuk daftar panjang ada nama Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD.

    Berdasarkan survei teranyar Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA tentang pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pascapilkada, muncul beberapa nama cawapres ideal bagi Jokowi. Dari tokoh partai adalah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy.

    Baca: Survei LSI Denny JA Pascapilkada, Ini Tokoh Ideal Cawapres Jokowi

    Selanjutnya kategori cawapres ideal Jokowi dari kalangan profesional adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan pengusaha Chairul Tanjung. Sementara cawapres ideal Jokowi dari kalangan aparat hukum, polisi, dan militer, muncul nama Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.

    Adapun cawapres ideal Jokowi dari tokoh agama menurut survei tersebut, adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin, tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin, Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.