SBY Masih Matangkan Dukungan Demokrat untuk Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sambutan dalam acara Pasar Murah, yang digelar di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018. Warga bisa membeli paket sembako, yang seharusnya seharga 75 ribu menjadi 25 ribu, dengan menukarkan kupon yang sudah dibagikan panitia. TEMPO/Subekti.

    Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sambutan dalam acara Pasar Murah, yang digelar di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018. Warga bisa membeli paket sembako, yang seharusnya seharga 75 ribu menjadi 25 ribu, dengan menukarkan kupon yang sudah dibagikan panitia. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengatakan partainya tengah mendiskusikan dukungan dalam pilpres 2019. "Mudah-mudahan segera bisa kami putuskan, tetapi politik saat ini masih sangat cair dan dinamis," ujar SBY kepada awak media di rumahnya di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018.

    Baca: SBY Sebut Demokrat Saat Ini Belum Punya Calon Presiden

    Menurut SBY, arah dukungan Demokrat pada pilpres 2019 memang tengah jadi perbincangan. Dia mengatakan partainya masih membuka kemungkinan dukungan kepada calon manapun. "Demokrat mengusung siapa, Pak Jokowi atau Pak Prabowo, atau yang lain. Tiga-tiganya mungkin dan sekarang sedang kami matangkan," katanya.

    SBY menceritakan Demokrat telah mengumpulkan pimpinan partai dari seluruh daerah dalam membahas arah dukungan. Hal itu, ucap dia, didiskusikan dalam sidang Majelis Tinggi Demokrat senin kemarin. "Kami membahas dengan sangat serius kemarin. Opsi yang ada, kriteria yang kami pilih, mekanisme, sampai dengan Demokrat mengusung capres A cawapres B," ucapnya.

    Demokrat sampai sekarang belum menentukan ke arah mana akan berkoalisi. Hingga saat ini, diketahui baru ada dua koalisi yang sudah memantapkan diri untuk pilpres 2019, yaitu koalisi Jokowi yang didukung PDIP, Golkar, Hanura, Nasdem, dan PPP; serta koalisi pendukung Prabowo yang didukung Gerindra dan PKS. Beberapa partai yang belum menentukan sikap Demokrat, PKB, dan PAN.

    Baca: Majelis Tinggi Partai Demokrat Rapat Soal Capres di Rumah SBY

    Partai Demokrat sempat ingin membangun poros ketiga yang disebut koalisi kerakyatan dalam pilpres 2019. Poros yang dicetuskan oleh SBY itu hingga saat ini masih sebatas wacana. Demokrat masih berharap uji materi UU di Mahkamah Konstitusi terkait Presidensial Treshold 20 persen, disahkan menjadi 0 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.