Minggu, 15 September 2019

Dialog dengan Mahasiswa, Tiga Menteri ini Bagi-bagi Laptop dan Tabungan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Eko Sandjojo, bersama menteri pariwisata Arief Yahya dan menteri sosial Idrus Marham mengelar dialog Nasional 15

    Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Eko Sandjojo, bersama menteri pariwisata Arief Yahya dan menteri sosial Idrus Marham mengelar dialog Nasional 15 "Indonesia Maju" di Mataram, NTB, Sabtu, 7 Juli 2018. (dok Kemendesa PDTT)

    INFO NASIONAL-- Lebih dari 2.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Nusa Tenggara Barat (NTB) memadati Convention Hall Lombok Raya Hotel, Mataram, NTB, Sabtu, 7 Juli 2018. Para mahasiswa ini hadir untuk mengikuti Dialog Nasional Indonesia Maju bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri Sosial Idrus Marham. 

    Tak hanya berdialog, tiga menteri ini juga membagi-bagikan sejumlah laptop dan puluhan tabungan berisi jutaan rupiah kepada puluhan mahasiswa yang hadir.

    Dalam dialog tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengingatkan peran mahasiswa dalam membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa. Partisipasi mahasiswa dapat dilakukan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.

    "Nah partisipasi dari mahasiswa ini penting sekali untuk melakukan KKN. benevitnya apa dari KKN, kalian (mahasiswa) bisa melihat potensi yang sangat besar di Indonesia," ujarnya.

    Ia berharap, dalam KKN tematik tersebut para mahasiswa dapat menyalurkan pengetahuan kepada masyarakat desa dengan melakukan berbagai pendampingan. Menurutnya, kontribusi tersebut sangat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa. Ia mengakui, masih banyak masyarakat di desa yang membutuhkan berbagai pendampingan seperti dalam memanajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

    “Program-program di desa hanya akan berhasil kalau kita lakukan pendampingan. Kalau melakukan pelatihan biayanya akan sangat mahal," kata Menteri Eko.

    Menteri Eko mengatakan, pendampingan demi peningkatan sumber daya manusia di desa sangat penting untuk membantu mengatasi kesenjangan. Sebab semakin meningkatnya kesenjangan kaya dan miskin, akan berpotensi besar menimbulkan gejolak sosial.

    "Pertumbuhan ekonomi yang pesat tanpa dikurangi kemiskinan akan menimbulkan gejolak social yang akan menghambat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan pengurangan gap antara yang kaya dan miskin," ucapnya.

    Terkait pertumbuhan ekonomi, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Indonesia sebagai negara besar harus bergerak cepat demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, persaingan bukan persoalan besar atau kecilnya sebuah negara, namun lebih pada persoalan siapa cepat memakan yang lambat.

    "Indonesia sekarang tumbuh tiga kali lipat dibandingkan dengan dunia. Pariwisata Indonesia tumbuh 22 persen," ujar Menteri Arif.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.