Kepala BNPT: Perempuan Berperan Penting Cegah Tindak Terorisme

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNPT Suhardi Alius (kiri) bersama Ketua Kejaksaan Agung M.Prasetyo (kanan) saat penandatanganan MOU pencegahan paham radikalisme terorisme di gedung Sasana Pradana, Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Selasa, 3 Juli 2018. Penandatanganan ini adalah bentuk kerjasama BNPT dan Kejagung untuk memerangi paham radikalisme di Masyarakat Indonesia. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Kepala BNPT Suhardi Alius (kiri) bersama Ketua Kejaksaan Agung M.Prasetyo (kanan) saat penandatanganan MOU pencegahan paham radikalisme terorisme di gedung Sasana Pradana, Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Selasa, 3 Juli 2018. Penandatanganan ini adalah bentuk kerjasama BNPT dan Kejagung untuk memerangi paham radikalisme di Masyarakat Indonesia. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT Komisaris Jenderal Suhardi Alius mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam menanggulangi aksi terorisme.

    “Saya katakan perempuan adalah pondasi bangsa ini, setiap keberhasilan seseorang pasti ada warna perempuan,” kata Suhardi kepada wartawan di Pondok Indah Golf Course, Kamis, 5 Juli 2018.

    Baca: Ini Kata Kepala BNPT Soal Ledakan di Pasuruan

    Suhardi menuturkan perempuan dapat mencegah paham terorisme melalui pendidikan kepada anak-anaknya sejak dini. Pasalnya, kata Suhardi, anak-anak sangat rentan disusupi paham-paham radikal. “Ibu-ibu sangat berperan, karena merekalah yang paling sering berinteraksi dengan putra-putrinya,” kata Suhardi.

    Di sisi lain, menurut Suhardi, perempuan juga lebih rentan sebagai modus operandi baru para pelaku paham radikalisme. Radikalisme yang ia maksudkan adalah masalah intoleransi, anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia, anti-pancasila dan penyebaran paham-paham takfiri.

    Simak: Di Konferensi PBB, BNPT Singgung Revisi RUU Terorisme

    “Modus operandi itu bergerak, dinamis sekali melihat kultur kita. Perempuan dan anak-anak sudah mulai didekati,” kata Suhardi.

    Menurut Suhardi para pelaku teror memanfaatkan kultur Indonesia yang masih memegang erat budaya Timur, di mana perempuan ingin dilindungi dan didahulukan. Suhardi mengimbau para perempuan dapat lebih peka mendeteksi gejala pada anak-anaknya yang terpapar paham terorisme.

    INSAN QURANI


     

     

    Lihat Juga