Senin, 10 Desember 2018

Suara Sudrajat - Syaikhu Melonjak, Pengamat: Nutrisi buat Prabowo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) mengangkat tangan calon Gubernur Jawa Barat Mayjen TNI (Purn) Sudrajat (kanan) saat jumpa pers di kediamannya, Padepokan Garudayaksa, Bukit Hambalang, Desa Bojongkoneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2017) ANTARAFOTO

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) mengangkat tangan calon Gubernur Jawa Barat Mayjen TNI (Purn) Sudrajat (kanan) saat jumpa pers di kediamannya, Padepokan Garudayaksa, Bukit Hambalang, Desa Bojongkoneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2017) ANTARAFOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti lembaga survei Indikator, Adam Kamil, menilai bahwa perolehan suara yang didapat pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu di pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2018 bisa menjadi basis dukungan yang bagus untuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

    "Biar gimana pun ini akan menjadi nutrisi bagi Prabowo untuk apakah dia akan maju bersaing dalam pilpres, apakah tidak," kata Adam di kantor Indikator, Jakarta pada Rabu, 27 Juni 2018.

    Baca: Pilgub Jabar, AHY Kaget dengan Perolehan Suara Sudrajat - Syaikhu

    Partai Gerindra merupakan partai politik pendukung pasangan Sudrajat-Syaikhu atau Asyik. Adam mengatakan, dalam hasil penghitungan cepat Indikator, pasangan Asyik memperoleh suara terbesar di urutan kedua setelah Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul.

    Menurut Adam, hal itu justru memberikan kejutan yang luar biasa. "Dia tadinya mungkin hanya sekitar, katakan itu sekitar 10-11 persen. Tapi sekarang posisinya di angka 29 persen. Ini kan lonjakan yang luar biasa," ujarnya.

    Dengan basis suara yang cukup melonjak, Adam memperkirakan hasil tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri partai pengusung untuk maju ke level yang lebih tinggi. Kendati begitu, Adam menyebutkan masih ada banyak faktor yang akan menentukan kemenangan Prabowo di Pilpres 2019. Sebab, menurut dia, menertibkan anggota partai, khususnya di tingkat pemilih, tak semudah membuat kesepakatan atau koalisi di tingkat nasional.

    Baca: Suara Sudrajat - Syaikhu Melesat, LSI: Pengaruh Prabowo

    Adam mencontohkan, basis suara Prabowo di pilkada Jawa Barat yang menyebar ke seluruh pasangan calon. "Jadi memang pemilih punya preferensi bahwa 'ya enggak apa-apa kalau di sini saya milih ini, di atas ya berbeda lagi pilihannya'. Begitu," kata dia.

    Penghitungan cepat Indikator pada pilkada serentak 2018 di Jawa Barat menunjukkan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul memperoleh 34,33 persen suara, disusul pasangan Asyik 29,26 persen. Kemudian pasangan inkumben, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 24,92 persen. Sedangkan pasangan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan memperoleh suara terendah dengan 11,47 persen.

    Baca: Sudrajat: Hasil Quick Count Pilgub Jabar Belum Final


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.