Suara Sudrajat - Syaikhu Melonjak, Pengamat: Nutrisi buat Prabowo

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) mengangkat tangan calon Gubernur Jawa Barat Mayjen TNI (Purn) Sudrajat (kanan) saat jumpa pers di kediamannya, Padepokan Garudayaksa, Bukit Hambalang, Desa Bojongkoneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2017) ANTARAFOTO

TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti lembaga survei Indikator, Adam Kamil, menilai bahwa perolehan suara yang didapat pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu di pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2018 bisa menjadi basis dukungan yang bagus untuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Biar gimana pun ini akan menjadi nutrisi bagi Prabowo untuk apakah dia akan maju bersaing dalam pilpres, apakah tidak," kata Adam di kantor Indikator, Jakarta pada Rabu, 27 Juni 2018.

Baca: Pilgub Jabar, AHY Kaget dengan Perolehan Suara Sudrajat - Syaikhu

Partai Gerindra merupakan partai politik pendukung pasangan Sudrajat-Syaikhu atau Asyik. Adam mengatakan, dalam hasil penghitungan cepat Indikator, pasangan Asyik memperoleh suara terbesar di urutan kedua setelah Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul.

Menurut Adam, hal itu justru memberikan kejutan yang luar biasa. "Dia tadinya mungkin hanya sekitar, katakan itu sekitar 10-11 persen. Tapi sekarang posisinya di angka 29 persen. Ini kan lonjakan yang luar biasa," ujarnya.

Dengan basis suara yang cukup melonjak, Adam memperkirakan hasil tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri partai pengusung untuk maju ke level yang lebih tinggi. Kendati begitu, Adam menyebutkan masih ada banyak faktor yang akan menentukan kemenangan Prabowo di Pilpres 2019. Sebab, menurut dia, menertibkan anggota partai, khususnya di tingkat pemilih, tak semudah membuat kesepakatan atau koalisi di tingkat nasional.

Baca: Suara Sudrajat - Syaikhu Melesat, LSI: Pengaruh Prabowo

Adam mencontohkan, basis suara Prabowo di pilkada Jawa Barat yang menyebar ke seluruh pasangan calon. "Jadi memang pemilih punya preferensi bahwa 'ya enggak apa-apa kalau di sini saya milih ini, di atas ya berbeda lagi pilihannya'. Begitu," kata dia.

Penghitungan cepat Indikator pada pilkada serentak 2018 di Jawa Barat menunjukkan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul memperoleh 34,33 persen suara, disusul pasangan Asyik 29,26 persen. Kemudian pasangan inkumben, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 24,92 persen. Sedangkan pasangan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan memperoleh suara terendah dengan 11,47 persen.

Baca: Sudrajat: Hasil Quick Count Pilgub Jabar Belum Final






Bicara Peta Pilpres 2024, Cak Imin Tak Mau Model Konflik Pemilu 2019 Terulang

7 jam lalu

Bicara Peta Pilpres 2024, Cak Imin Tak Mau Model Konflik Pemilu 2019 Terulang

Cak Imin mendorong agar model-model konflik di masyarakat yang sempat terjadi pada Pemilu 2019 silam tak terulang lagi.


Soal Peluang Jadi Cawapres Prabowo atau Puan, Cak Imin: Nanti Kita Bicarakan Tuntas

9 jam lalu

Soal Peluang Jadi Cawapres Prabowo atau Puan, Cak Imin: Nanti Kita Bicarakan Tuntas

Saat ini, kata Cak Imin, koalisi yang dibangun antara Partai Gerindra dan PKB terus mengalir dan diisi dengan sejumlah aktivitas.


Partai Gerindra Ungkap Cak Imin Sosok Paling Potensial Jadi Wakil Prabowo

15 jam lalu

Partai Gerindra Ungkap Cak Imin Sosok Paling Potensial Jadi Wakil Prabowo

Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menjadi kandidat terkuat untuk mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di Pilpres 2024


PDIP Ungkap Tak Bisa Menolak Keinginan Cak Imin Jadi Wapres Puan Maharani

15 jam lalu

PDIP Ungkap Tak Bisa Menolak Keinginan Cak Imin Jadi Wapres Puan Maharani

Said Abdullah, mengaku menghargai wacana duet Puan Maharani dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin pada Pilpres 2024.


Gugatan Sekber Prabowo-Jokowi, PDIP Sebut Jokowi Tidak Gila Kekuasaan

16 jam lalu

Gugatan Sekber Prabowo-Jokowi, PDIP Sebut Jokowi Tidak Gila Kekuasaan

Sekber mengajukan gugatan judicial review atas Pasal 169 huruf n UU Pemilu untuk merealisasikan agar Prabowo-Jokowi bisa maju Pilpres 2024


Peluang Duet Puan - Cak Imin, PKB: Harus Ngobrol Lagi dengan Prabowo

1 hari lalu

Peluang Duet Puan - Cak Imin, PKB: Harus Ngobrol Lagi dengan Prabowo

Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menyebut maksud Cak Imin mendoakan Puan untuk membesarkan hati Ketua DPP PDIP tersebut.


Tetap Usung Cak Imin Jadi Capres 2024, PKB: Mandat Muktamar Harga Mati

1 hari lalu

Tetap Usung Cak Imin Jadi Capres 2024, PKB: Mandat Muktamar Harga Mati

PKB menyebut mandat muktamar partai itu adalah mengusung Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai capres 2024.


Ada yang Dorong Jokowi Jadi Cawapres, Politikus PDIP: Dia Tak Gila Kekuasaan

1 hari lalu

Ada yang Dorong Jokowi Jadi Cawapres, Politikus PDIP: Dia Tak Gila Kekuasaan

Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengatakan, Jokowi bukan orang yang serendah itu untuk serta-merta menerima jika diajukan sebagai calon wakil presiden.


Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

1 hari lalu

Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

Rachmawati Soekarnoputri kelahiran 27 September 1950. Dalam panggung politik ia kerap tak sepakat dengan Megawati, kakaknya.


Survei LSJ: PDIP Unggul dengan 22,8 Persen Disusul Gerindra, Demokrat Melejit ke Posisi Empat

1 hari lalu

Survei LSJ: PDIP Unggul dengan 22,8 Persen Disusul Gerindra, Demokrat Melejit ke Posisi Empat

PDIP memiliki elektabilitas tertinggi 22,8 persen disusul dengan Partai Gerindra dengan 16,9 persen. Kemudian Golkar dengan 10,3 persen.