Jumat, 17 Agustus 2018

Pilgub Jabar, AHY Kaget dengan Perolehan Suara Sudrajat - Syaikhu

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Harimurti Yudhoyono dalam acara pengukuhan sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama ( Kogasma) untuk Pemilukada 2018 dan Pemilu 2019. Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, 17 Februari 2018. TEMPO/Maria Fransiaca Lahur.

    Agus Harimurti Yudhoyono dalam acara pengukuhan sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama ( Kogasma) untuk Pemilukada 2018 dan Pemilu 2019. Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, 17 Februari 2018. TEMPO/Maria Fransiaca Lahur.

    TEMPO.CO, Jakarta - Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan hasil sementara pemilihan gubernur Jawa Barat mengejutkan. Hal ini disampaikan AHY untuk menanggapi perolehan suara pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga survei.

    "Mengejutkan memang adanya peningkatan signifikan dari pasangan calon nomor tiga yang menurut kami mendapat peningkatan suara yang luar biasa di hari pencoblosan ini," kata AHY di kantor DPP Partai Demokrat, Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Juni 2018.

    Baca: Unggul Quick Count, Nurdin Abdullah: Hasil KPU Tak Jauh Beda

    Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, pasangan Sudrajat-Syaikhu yang diusung koalisi Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera menempati posisi kedua dalam kontestasi pilgub Jawa Barat 2018. Quick count IndoBarometer misalnya, mencatat perolehan suara keduanya sebesar 28,42 persen.

    Dari survei yang sama, Ridwan Kamil-Uu Rizhanul Ulum memperoleh 32,39 persen, sedangkan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi berada di posisi ketiga dengan 26,18 persen. Padahal, sejumlah sigi lembaga survei sebelumnya selalu menempatkan Sudrajat-Syaikhu di posisi ketiga dengan elektabilitas yang berkisar di angka 5 persen. Survei-survei yang ada itu pun mencatat elektabilitas Ridwan Kamil-Uu dan duo DM berkejaran.

    Baca: Unggul Quick Count Pilgub Jabar, Ini Ladang Suara Ridwan Kamil

    AHY pun merujuk hasil survei yang selama ini menempatkan Ridwan Kamil-Uu dan duo DM di posisi pertama dan kedua dengan selisih perolehan suara tipis. Ia mengatakan, sebelumnya sangat sulit menentukan siapa yang bakal menang lantaran selisih suara keduanya selalu berada di rentang margin of error.

    Karena itu, AHY mengatakan akan menelusuri mengapa hasil survei tersebut meleset dengan yang terjadi hari ini. "Kogasma juga ingin tahu lebih banyak apa yang terjadi di lapangan, jika ada yang meleset dari hasil survei terakhir yang dilakukan sejumlah lembaga," kata dia.

    Baca: Kalah Quick Count di Jawa, PDIP: Tunggu Rekapitulasi KPU

    AHY mengakui penelusuran tersebut tak bisa segera karena proses perhitungan suara masih berlangsung. Kendati begitu, putra pertama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini memastikan pencarian informasi akan dilakukan agar menjadi pembelajaran bagi partai. "Kalau ada kegagalan tentu harus kita pelajari mengapa dan mudah-mudahan itu bisa dijadikan pelajaran untuk perjuangan berikutnya," kata dia.

    Partai Demokrat berkoalisi dengan Partai Golkar mengusung pasangan Deddy Mizwar-Deddy Mulyadi dalam pilgub Jawa Barat 2018. Duo DM ini berlaga melawan tiga pasangan calon lain, yakni Ridwan Kamil-Uu Rizhanul Ulum, TB Hasanuddin-Anton Charliyan, dan Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

    Menurut data Komisi Pemilihan Umum, pilgub di Jawa Barat akan diikuti oleh 31,73 juta pemilih dari 43,11 juta jumlah penduduk. Provinsi ini bakal menyumbang sekitar 20 persen suara nasional dalam pemilihan presiden tahun depan.

    Simak hasil quick count pilkada 2018 di sini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.