Perwira Polri Diduga Aniaya Petugas Jaga Pakai Helm Baja

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penganiayaan. siascarr.com

    Ilustrasi penganiayaan. siascarr.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Pendidikan Administrasi (Pusdikmin) Lembaga Pendidikan Polri Ajun Komisaris Besar Ekotrio Budhiniar diduga melakukan tindak penganiayaan terhadap sejumlah anggota jaga Pusdikmin.

    "Anggota jaga pagi tadi dihajar menggunakan helm baja hanya karena mobilnya yang akan masuk terhalang mobil katering," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal melalui pesan singkat, Selasa, 26 Juni 2018.

    Baca juga: Perwira Polisi Dilaporkan Pacarnya 

    Saat ini, kasus dugaan penganiayaan tersebut sedang ditangani tim Inspektorat Pengawasan Umum Polri dan Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

    Dari hasil pemeriksaan sementara para saksi, kejadian tersebut terjadi pada hari ini sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu mobil katering yang biasa mengantarkan makanan kepada siswa di pusat pendidikan itu akan keluar gerbang.

    Pada saat yang bersamaan, kata Iqbal, Ekotrio datang dari arah luar akan masuk ke dalam. Dua kendaraan tersebut berpapasan dan tak bisa lewat. "Kemudian anggota yang lain segera memerintahkan mobil katering tersebut untuk mundur dan memberi jalan untuk mobil yang bersangkutan," kata Iqbal.

    Baca juga: Sebanyak 414 Perwira Polri Menganggur, Komisaris Besar Terbanyak

    Tetapi, ujar Iqbal, tiba-tiba Ekotrio Budhiniar keluar dari mobil sembari meluapkan emosinya. Perwira Polri itu lantas memukuli anggota yang sedang berjaga menggunakan helm baja yang kebetulan ada di meja piket, sambil menanyakan keberadaan anggota jaga yang lainnya.

    "Setelah semua anggota jaga berkumpul, oleh yang bersangkutan langsung dihantam pakai helm baja secara bergantian di kepala."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.