Inspirasi dari Kegiatan Posyandu Remaja

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kekhawatiran Yoga Andika membuahkan sebuah karya yang berdampak positif bagi para remaja di Pasuruan, Jawa Timur, yakni Posyandu Remaja. (Dok. Astra)

    Kekhawatiran Yoga Andika membuahkan sebuah karya yang berdampak positif bagi para remaja di Pasuruan, Jawa Timur, yakni Posyandu Remaja. (Dok. Astra)

    Posyandu Remaja adalah sebuah kegiatan positif yang awalnya beroperasi di wilayah Pasuruan, Jawa Timur. Bekerjasama dengan pemimpin sejumlah desa, Puskesmas, Dinas Kesehatan, aktifitas pelayanan ini merupakan sebuah karya dari sebuah organisasi remaja bernama Laskar Pencerah. Organisasi ini adalah hasil inisiasi para remaja Desa Tosari yang dipimpin oleh seorang pemuda bernama Yoga Andika. Ia adalah salah satu penerima Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2016.

    Tujuan awal berdirinya Posyandu Remaja adalah memantau kesehatan dan memberikan informasi kesehatan bagi remaja, menurunkan angka pernikahan dini, serta meningkatkan kapasitas dan partisipasi remaja Desa Tosari dalam pembangunan. Berdasarkan data yang didapat oleh Yoga, angka pernikahan dini di desanya cukup tinggi dan berdampak kurang baik bagi kualitas kehidupan para remaja di desa tersebut. Berbagai masalah pun timbul akibat fenomena ini. Kekerasan dalam rumah tangga, resiko kematian saat melahirkan, dan kondisi psikologis para remaja yang menikah muda menjadi beberapa hal yang membuat Yoga khawatir dan merasa perlu berbuat sesuatu sebagai bentuk pencegahan.

    Selain kepedulian pada kondisi fisik serta mental para pemuda di desa tempatnya berasal, Yoga juga menyadari bahwa terbatasnya akses masyarakat terhadap fasilitas penunjang kesehatan juga perlu dicarikan solusi. Yoga dan tim Laskar Pencerah yang dipimpinnya pun segera melakukan sesuatu. Kendati mereka bukanlah petugas medis profesional, mereka tetap memberikan penyuluhan dalam kegiatan posyandu yang diadakan setiap satu bulan sekali di desanya dan desa-desa lain di sekitar. Mereka membekali diri dengan berbagai pengetahuan dan pelatihan yang diberikan oleh pihak Puskesmas sebagai rekanan Posyandu Remaja.

    Kegiatan Posyandu Remaja diawali dengan pendaftaran, dilanjutkan dengan pengukuran dan pencatatan antropometri, serta konseling gizi pada meja ketiga. Pada tahap terakhir, komunikasi, informasi, dan edukasi pun dilakukan guna menanamkan pengetahuan kepada para peserta posyandu dan memastikan bahwa mereka paham tentang apa yang disampaikan. Selain itu, Posyandu Remaja juga kerap diselingi dengan kegiatan senam bersama atau materi tambahan seperti kewirausahaan.

    Kegiatan Posyandu Remaja telah menjadi inspirasi positif bagi masyarakat Desa Tosari, terutama anak-anak muda yang membutuhkan asupan informasi serta arahan terkait peningkatan kualitas kehidupan. Mereka adalah generasi penerus bangsa dan perlu mendapat perhatian lebih untuk kehidupan yang lebih baik lagi.

    Kisah menarik lain dari para penerima apresiasi SATU Indonesia Awards dapat Anda ikuti di website www.satu-indonesia.com .

    BAYU SATITO / TIM INFO TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.