Minggu, 15 September 2019

Inspirasi Berharga dari Para Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2010

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • A’ak Abdullah Al-Kudus, penerima apresiasi untuk kategori Lingkungan.

    A’ak Abdullah Al-Kudus, penerima apresiasi untuk kategori Lingkungan.

    Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards pertama kali diselenggarakan pada 2010. PT Astra International Tbk berupaya memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat Indonesia. Sejak awal, ajang apresiasi ini konsisten dalam menjaring generasi muda Indonesia yang memiliki berbagai kegiatan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya dalam beberapa bidang, seperti Lingkungan, Kesehatan, Pendidikan, serta Kewirausahaan.

    Walaupun peserta yang pertama kali mengikuti ajang ini tidak lebih dari 120 orang, tapi semarak kreativitas dalam cipta, rasa, dan karsa mereka sungguh terasa. Berikut ini kilasan singkat tentang beberapa penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2010.

    Pemuda Lumajang, Jawa Timur, dengan misi penghijauan berhasil, menjadi menerima apresiasi untuk kategori Lingkungan. A’ak Abdullah Al-Kudus berhasil menghijaukan 400 hektare hutan di Gunung Lemongan dengan kegiatan penanaman pohon. Ia bergerak bersama rekan-rekannya dalam komunitas yang menamakan diri mereka Laskar Hijau.

    Gadis belia asal Bandung pun membuktikan kepeduliannya pada buruknya pengelolaan sampah di lingkungan sekolahnya. Amilia Agustin membentuk komunitas pengelolaan sampah dengan program “Go to Zero Waste School.” Gagasan dia ini pun akhirnya berhasil dilaksanakan, bahkan diterapkan pada sekolah-sekolah lain.

    Pemerhati pendidikan, Muhammad Farid, menjadi peserta dari Banyuwangi, Jawa Timur. Ia berhasil menerima penghargaan untuk karyanya dalam mendirikan sekolah dengan sayur-mayur sebagai alat pembayaran biaya sekolah anak-anak didiknya.

    Sri Irdayati, memiliki obsesi dalam mencetak wirausahawan sejak dini. Ia membuka kelas bisnis bagi anak-anak sekolah dasar di rumah kontrakan, di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Hebatnya, semua ini ia lakukan tanpa memungut biaya.

    Mansetus Kalimantan Balawala dari Larantuka, Nusa tenggara Barat, mengembangkan ide Program Manajemen Sarana Transportasi guna mendukung pelayanan kesehatan di perdesaan. Gagasan ini ia wujudkan demi menekan angka kematian ibu dan anak akibat terlambatnya para petugas kesehatan ketika dibutuhkan.

    Kelima insan muda di atas adalah para penerima apresiasi yang mengawali SATU Indonesia Awards. Mereka adalah inspirasi yang menggerakkan masyarakat menuju kehidupan lebih baik lagi.

    Kini, SATU Indonesia Awards 2018 kembali hadir untuk memunculkan generasi muda berpotensi lain. Mari ikut serta dengan mendaftar melalui website www.satu-indonesia.com.

    Ekspresikan karya terbaikmu, jadikan inspirasi anak bangsa!

    BAYU SATITO / TIM INFO TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.