Amien Rais Mau Nyapres, PDIP: Bukan Ancaman untuk Jokowi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengenakan kaus putih bertuliskan 'Jadi Presiden Itu Berat, Biar Jokowi Saja' saat menghadiri acara Try Out SBMPTN di Seasons City Mall, Jakarta Barat, Minggu 29 April 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.

    Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengenakan kaus putih bertuliskan 'Jadi Presiden Itu Berat, Biar Jokowi Saja' saat menghadiri acara Try Out SBMPTN di Seasons City Mall, Jakarta Barat, Minggu 29 April 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menilai keinginan Amien Rais untuk maju menjadi capres 2019 bukanlah ancaman bagi Jokowi.

    "Tidak (jadi ancaman), karena di masa lalu Pak Amien juga pernah maju," kata Hasto di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Juni 2018.

    Baca: Jokowi Apresiasi Rencana Amien Rais Jadi Calon Presiden

    Amien Rais mengungkapkan niatnya maju sebagai capres dalam pemilihan umum 2019 saat buka bersama di rumah dinas Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan pada Sabtu, 9 Juni lalu. Amien mengaku terinspirasi dari kemenangan Mahathir Mohammad di pemilu Malaysia. Mahathir berusia 92 tahun, sementara Amien saat ini berumur 74 tahun.

    Hasto mengatakan, pada dasarnya setiap warga negara memiliki hak mencalonkan dan dicalonkan dalam pilpres sesuai yang diatur konstitusi. Dia berujar sah-sah saja bagi Amien untuk mencalonkan diri asalkan memenuhi ketentuan perundang-undangan.

    Sesuai undang-undang, syarat dicalonkan sebagai calon presiden dan wakil presiden harus didukung partai politik atau gabungan partai politik yang sekurang-kurangnya 20 persen kursi parlemen atau 25 persen suara sah nasional. "Selama itu terpenuhi, sah-sah saja," ujar Hasto.

    Baca: Jokowi Masih Atur Waktu untuk Bertemu Amien Rais

    Saat ditanya ihwal gaya Amien Rais yang kerap mengkritik dan menantang Jokowi berlaga dengan gentle dalam pilpres nanti, Hasto mengatakan rakyatlah yang akan menilai.

    "Rakyat akan melihat pemimpin-pemimpin yang baik, yang tersenyum ketika dikritik, dihujat, atau pemimpin yang memecah belah. Buktinya elektabilitas Pak Jokowi tertinggi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.