Aher Jadi Khotib Sholat Ied di Gasibu

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Ahmad Heryawan, pada acara Peletakan Batu Pertama pembangunan Gedung baru di Wisma Haji Indramayu, Jumat, 1 Juni 2018.(dok Pemprov Jabar)

    Gubernur Ahmad Heryawan, pada acara Peletakan Batu Pertama pembangunan Gedung baru di Wisma Haji Indramayu, Jumat, 1 Juni 2018.(dok Pemprov Jabar)

    INFO JABAR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Soalat Ied 1 Syawal 1439 H di Lapangan Gasibu Bandung pukul 06.00 WIB.  Gurbernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) akan bertindak sebagai khotib shalat Ied. 

    Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Jawa Barat Sonny S. Adisudarma mengatakan, untuk imam sholat Ied insya Allah dipimpin oleh KH. Ma'mun Abdurrohman, pimpinan Pesantren Al-Qur'aaniyyah yang juga Imam Masjid Agung.

    “Ini juga sekaligus undangan terbuka bagi kaum muslimin warga Jawa Barat untuk melaksanakan sholat Ied di Lapangan Gasibu," kata Sonny di Bandung, Senin, 11 Juni 2018. 

    Aher Jadi Khotib Sholat Ied di Gasibu

    Bagi yang membawa kendaraan, telah  disiapkan tiga tempat parkir yaitu di area parkir gedung Sate, gedung DPRD, dan di area parkir Pusdai Jabar.  

    Gubernur Aher yang akan melepas jabatan Gubernur Jawa Barat per tanggal 13 Juni 2018, juga akan menjadikan momen ini sekalian menjadi ajang silahturahmi. “Silakan warga jika ingin bertemu dan bersilaturahim dengan Pak Aher di Idul Fitri pertama, beliau pascapurna tugas sebagai Gubernur Jawa Barat,” ucap Sonny. 

    Sementara itu, di hari yang sama, Pelaksana Tugas Sehari-hari (Plh) Gubernur Jawa Barat Iwa Karniwa akan menggelar open house di kediaman dinas Gubernur Jawa Barat, Gedung Negara Pakuan, Jalan Oto Iskandar Dinata No.1, Bandung, "Tradisi open house seperti biasanya kita gelar di Gedung Pakuan, terbuka untuk semua kalangan masyarakat dan dilaksanakan selepas sholat Ied atau pukul 08.30 - 16.00 WIB," kata Sonny. (*) 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.