KPK Amankan Rp 2 Miliar di OTT Jawa Timur

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan (kanan) bersama juru bicara Febri Diansyah dalam rilis uang suap OTT Wali kota Kendari, di gedung KPK, Jakarta, 9  Maret 2018. Empat tersangka OTT Kendari antara lain: Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra, calon Gubernur Sulawesi Tenggara, Asrun, Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara Hasmun Hamzah dan pihak swasta Fatmawaty Faqih. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan (kanan) bersama juru bicara Febri Diansyah dalam rilis uang suap OTT Wali kota Kendari, di gedung KPK, Jakarta, 9 Maret 2018. Empat tersangka OTT Kendari antara lain: Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra, calon Gubernur Sulawesi Tenggara, Asrun, Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara Hasmun Hamzah dan pihak swasta Fatmawaty Faqih. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta – Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan tim penindakan mengamankan uang sebesar Rp 2 miliar dari hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jawa Timur pada Rabu sore hingga malam kemarin

    “Uang tersebut ada di dalam dua kardus dan terdiri dari pecahan Rp 50 ribu serta Rp 100 ribu,” ujar Febri saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta, Rabu 6 Juni 2018.

    Simak: KPK Sebut OTT Bupati Purbalingga Terkait Fee Proyek Pembangunan

    Uang itu, kata Febri, diduga berhubungan dengan proyek-proyek infrastruktur jalan di dua daerah di Jawa Timur. Seperti proyek peningkatan jalan dan proyek sekolah di sana.

    Pada Rabu sore hingga malam tadi, KPK melakukan OTT di dua daerah di Jawa Timur. Dari hasil OTT itu, lima orang yang terdiri dari kepala dinas dan pihak swasta ditangkap. Hingga saat ini, Febri belum menjelaskan lebih detail soal identitas kelima orang tersebut.

    Simak: OTT, KPK Tangkap Bupati Purbalingga

    Selain itu, Febri mengatakan belum bisa memastikan OTT di dua tempat masuk dalam rangkaian yang sama atau terpisah.  Ia mengatakan dua tim penindakan di sana melakukan operasi itu secara pararel atau bersamaan.

    Baca juga: Kena OTT, Bupati Buton Selatan Dipecat Jadi Ketua DPC PDIP

    “Selain itu tidak ada kepala daerah yang diamankan, kelima orang itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan pihak swasta,” ujarnya.

    Baca: KPK: Bupati Purbalingga Tersangka Suap Proyek Islamic Center

    Lebih lanjut, ia mengatakan tim penindakan hingga saat ini masih berada di dua daerah Jawa Timur tersebut. Febri mengatakan akan memberi kabar lanjutan soal OTT KPK tersebut dalam 1 x 24 jam ke depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.