Senin, 10 Desember 2018

Cendekiawan Muslim Dawam Rahardjo Tutup Usia

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi Budayawan Dawam Rahardjo, usia 75  tahun, tengah dirawat di kediamannya, Jalan Kelapa Kuning III blok F1 no 2, Perum Billymoon Pondok Kelapa Jakarta Timur. Dok. Pribadi Keluarga Dawam Rahardjo.

    Kondisi Budayawan Dawam Rahardjo, usia 75 tahun, tengah dirawat di kediamannya, Jalan Kelapa Kuning III blok F1 no 2, Perum Billymoon Pondok Kelapa Jakarta Timur. Dok. Pribadi Keluarga Dawam Rahardjo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Cendekiawan muslim Dawam Rahardjo meninggal pada malam ini sekitar pukul, 21.55 WIB. "Ya benar, mohon didoakan," kata Jauhari Rahardjo, anak Dawam saat dihubungi, Rabu, 30 Mei 2019.

    Dawam meninggal dunia di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Hingga pukul 22.50 WIB, kata Jauhari, jenazah masih berada di sana dan akan segera dimandikan.

    Baca juga: Dawam Rahardjo Terbaring Sakit

    Jauhari belum menjelaskan penyebab meninggalnya Dawam. Namun sekitar beberapa bulan lalu, ahli ekonomi hingga pemikir Islam ini sempat menjalani beberapa kali perawatan intensif di rumah sakit. Ia terkena penyakit diabetes, jantung, dan stroke.

    “Sekarang sudah dirawat di rumah, karena Pak Dawam merasa bosan di rumah sakit. Penyakitnya belum sembuh, tapi Alhamdullilah beliau sudah bisa berkomunikasi,” kata keponakan Dawam, Ruwi Pupun, saat dihubungi Tempo pada 20 Januari 2018.

    Jauhari mengatakan jenazah ayahnya akan segera dibawa ke kediamanya di daerah Pondok Kelapa, Jakarta Timur setelah semua proses di rumah sakit selesai. "Mungkin besok akan dikebumikan," ujarnya.

    Dawam merupakan tokoh Muhammadiyah yang dikenal kritis terhadap diskriminasi terhadap pemeluk Ahmadiyah di Indonesia. Dia dikenal konsisten membela prinsip-prinsip kesetaraan dan pluralisme seperti mendiang Yap Thiam Hien. Akibat pembelaannya terhadap Ahmadiyah, Muhammadiyah memecat keanggotaannya secara tak langsung.

    Dawam juga banyak menulis buku-buku, baik tentang ekonomi maupun tentang agama Islam. Dawam pernah menjadi ketua ICMI se-Indonesia, pemimpin Jurnal Ilmu dan Kebudayaan Ulumul Qur'an, dan ketua yayasan ELSAF (Lembaga Studi Agama dan Filsafat).

    Dalam meniti karir, Dawam pernah bekerja sebagai Staf di Departemen Kredit Bank of America, Jakarta pada 1969. Tapi setelah dua tahun bekerja di perusahaan tersebut, ia memutuskan berhenti. Selepas dari Bank of America, Dawam kemudian bergabung di LP3ES (Lembaga Penelitian dan Pembangunan Ekonomi-Sosial) sebagai staf peneliti.

    Lambat laun posisinya merangkak naik menjadi Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan hingga akhirnya menjadi direktur. Pada saat di LP3ES inilah, pengetahuan Dawam Rahardjo tentang ekonomi kerakyatan bertambah.

    Sejak itu, tulisan maupun esai Dawam Rahardjo mengenai ekonomi dan politik tersebar di media massa. Kemudian dia juga menulis jurnal dan buku. Beberapa karyanya yang terkenal adalah "Esai-esai Ekonomi Islam", "Intelektual, Intelegensia, dan Perilaku Politik Bangsa", "Risalah Cendekiawan Muslim", "Perspektif Deklarasi Makkah, Menuju Ekonomi Islam", "Masyarakat Madani, Kelas Menengah dan Perubahan Sosial", "Ensiklopedia Al-Quran, Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-Konsep Kunci", "Islam dan Transformasi Sosial-Ekonomi", dan "Islam dan Transformasi Sosial Budaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.