Densus 88 Tangkap Empat Terduga Teroris di Probolinggo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membawa barang bukti  senapan angin yang disita dari rumah terduga teroris Sidik, usai dilakukan penangkapan terhadap Sidik dan Slamet oleh Densus 88 Antiteror, di Desa Pasir Wetan, Karanglewas, Banyumas, Jateng, 1 Februari 2018. Densus 88 Antiteror menyita sejumlah benda, termasuk satu pucuk senapan angin dan busur beserta anak panah dari rumah tersebut. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

    Petugas membawa barang bukti senapan angin yang disita dari rumah terduga teroris Sidik, usai dilakukan penangkapan terhadap Sidik dan Slamet oleh Densus 88 Antiteror, di Desa Pasir Wetan, Karanglewas, Banyumas, Jateng, 1 Februari 2018. Densus 88 Antiteror menyita sejumlah benda, termasuk satu pucuk senapan angin dan busur beserta anak panah dari rumah tersebut. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

    TEMPO.CO, Probolinggo - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia bersama jajaran Kepolisian Resor Probolinggo menangkap empat terduga teroris di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa malam, 29 Mei 2018.

    "Memang benar ada penangkapan terduga teroris di Kabupaten Probolinggo, namun kami tidak bisa menyampaikan data secara detail karena kami hanya membantu pengamanannya saja," kata Kepala Polres Probolinggo Ajun Komisaris Besar Fadly Samad saat dihubungi di Probolinggo, Rabu, 30 Mei 2018.

    Empat orang terduga teroris yang diamankan di Probolinggo itu, yakni berinisial AG, 54 tahun, warga Desa Sumberkedawung di Kecamatan Leces, KL (52), warga Desa Wonorejo di Kecamatan Maron, BI (49), warga Desa Pengalangan Kidul di Kecamatan Maron, dan KS (42), warga Desa Wonorejo di Kecamatan Maron.

    Baca: Geledah 3 Rumah di Tasikmalaya, Densus 88 Sita Sejumlah Senjata

    Dalam penangkapan itu, Polres Probolinggo menyiagakan sebanyak 30 personel untuk membantu Densus 88 Antiteror mengamankan empat terduga teroris tersebut. "Semuanya diamankan tanpa perlawanan," ucapnya.

    Setelah ditangkap di rumah masing-masing, keempatnya langsung dibawa ke Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur untuk penyidikan lebih lanjut beserta barang bukti yang didapat.

    Dari rumah para terduga teroris, petugas menyita sejumlah barang bukti, di antaranya laptop, pipa, sejumlah telepon seluler, flashdisk, modem, satu plastik mitasi baut, pipa besar, serta sebuah tas.

    Baca: Cerita Eks Kombatan Soal Bagaimana Bibit Terorisme Itu Tumbuh

    Fadly enggan berkomentar saat ditanya tentang empat terduga teroris tersebut terlibat jaringan teror di mana dan meminta wartawan bertanya langsung kepada Mabes Polri.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara di lapangan, satu dari empat terduga teroris yang diamankan tim Densus 88 Antireror merupakan pegawai negeri sipil (PNS) penyuluh pertanian yang bekerja di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

    Pada 17 Mei lalu, tim Densus 88 Antiteror juga menangkap tiga terduga teroris berinisial MF, IS, serta HA di Perumahan Sumbertaman Indah, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Sedangkan satu terduga teroris berinisial AP diamankan di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Keempatnya diduga terlibat aksi teror bom di Kota Surabaya dan Sidoarjo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.