Amien Rais Ingatkan Nasib Jokowi Bisa Seperti Ahok di Pilkada DKI

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais memberi sambutan dalam acara peringatan 20 tahun reformasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 21 Mei 2018. Amien yang juga merupakan salah satu tokoh reformasi didapuk sebagai pembicara dalam acara peringatan 20 tahun reformasi. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais memberi sambutan dalam acara peringatan 20 tahun reformasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 21 Mei 2018. Amien yang juga merupakan salah satu tokoh reformasi didapuk sebagai pembicara dalam acara peringatan 20 tahun reformasi. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Amien Rais mengatakan nasib Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai inkumben dalam Pemilihan Presiden 2019 bisa serupa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilkada DKI.

    "Tidak ada yang bisa menentukan selain kehendak Tuhan," kata Amien Rais di Cibubur, Selasa 29 Mei 2018.

    Amien mengatakan, meski Jokowi kuat dari segi elektabilitas, namun belum menjamin presiden ke tujuh itu mampu melanjutkan kepemimpinan periode berikutnya.

    Baca juga: Jubir Jokowi Bertanya ke Amien Rais, Definisi Ngibul Itu Apa?

    Ketua Dewan Penasehat Persaudaraan Alumni 212 itu mencontohkan kegagalan Ahok sebagai inkumben dalam Pemilihan Gubernur DKI. "Ahok waktu itu kuat sebagai inkumben, namun bisa kalah oleh Anies-Sandi," ujarnya.

    Namun kata Amien, semua kandidat silakan untuk bertanding dalam Pilpres 2019, Jokowi, atau Prabowo atau kandidat lain untuk berkompetisi dengan fair.

    Baca juga: Amien Rais: Karena Elektabilitas Jokowi, Silent Majority Penting

    Menurut Amien Rais, tidak ada sesuatu yang abadi termasuk kekuasaan, sekarang ada seruan untuk dua periode sebaliknya juga ada gerakan untuk ganti presiden.

    "Biar nanti keputusan Tuhan yang menentukan, karena Tuhan akan memberikan kekuasaan kepada siapa yang dihendaki, dan mencabut dari siapa yang Dia kehendaki," ujarnya. (*)

    Lihat juga video: Pendiri Bukalapak Ini Lahirkan Startup Bernilai Triliunan Rupiah dari Garasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.