Jangkauan Hujan Abu Gunung Merapi Mencapai Borobudur

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Candi Borobudur dan kawasan sekitarnya terlihat dari Punthuk Setumbu, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, 30 November 2017. Punthuk Setumbu merupakan salah satu objek wisata di Jawa Tengah, tempat menyaksikan kawasan Candi Borobudur dengan latar belakang matahari terbit. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Candi Borobudur dan kawasan sekitarnya terlihat dari Punthuk Setumbu, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, 30 November 2017. Punthuk Setumbu merupakan salah satu objek wisata di Jawa Tengah, tempat menyaksikan kawasan Candi Borobudur dengan latar belakang matahari terbit. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gunung Merapi mengalami letusan freatik perdana seusai statusnya meningkat dari normal ke waspada pada Rabu, 23 Mei 2018, pada pukul 03.31 WIB. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan hujan abu dampak letusan freatik itu mengarah ke Magelang.

    “Hujan abu dampak letusan freatik kali ini mengarah ke Kabupaten Magelang, dengan jangkauan abu sampai 25 kilometer atau wilayah Candi Borobudur,” ujar Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida, ketika ditemui di kantornya, Rabu.

    Baca: Letusan Freatik Gunung Merapi Lagi, Status Masih Waspada

    Sebelumnya, Merapi meletus empat kali pada 11 dan 21 Mei 2018, hingga statusnya ditingkatkan ke level dua dari normal menjadi waspada.

    Hanik menuturkan, pada letusan freatik kali ini, pihaknya mencatat tinggi kolom letusan masih tinggi, yakni 2.000 meter dengan durasi 4 menit, dan kolom letusan ke arah barat daya. Ini berdasarkan pada pemantauan dari pos pengamatan Jrakah dan Kaliurang.

    Hujan abu juga melanda wilayah Kabupaten Magelang, khususnya area Kawasan Rawan Bencana (KRB) II dan III. KRB III meliputi Desa Keningar, Sumber, Dukun, dan Kalibening.

    Baca: Status Waspada, Warga Lereng Gunung Merapi Belum Perlu Mengungsi

    Hanik mengatakan, berdasarkan pantauan pihaknya sehari sebelum letusan freatik perdana seusai status meningkat menjadi waspada, tidak ada tanda-tanda peningkatan aktivitas Merapi yang signifikan.

    Data kegempaan terakhir tercatat kegempaan multiphase (MP) sebanyak dua kali, guguran satu kali, dan gempa tektonik dua kali.

    Sedangkan per hari ini, Rabu, 23 Mei 2018, pada pukul 00.00-06.00 WIB, data BPPTKG mencatat terjadi gempa vulkano-tektonik satu kali dan gempa tektonik dua kali.

    “Jadi status Merapi masih tingkat waspada sampai hari ini, dan radius 3 kilometer dari puncak tetap harus steril tanpa aktivitas warga atau pendakian,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.