Status Waspada, Warga Lereng Gunung Merapi Belum Perlu Mengungsi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puncak Gunung Merapi terlihat dari Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, 22 Mei 2018. Pasca letutsan freatik Gunung Merapi yang telah terjadi empat kali sejak 21 Mei kemarin, status Gunung Merapi naik dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II). ANTARA

    Puncak Gunung Merapi terlihat dari Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, 22 Mei 2018. Pasca letutsan freatik Gunung Merapi yang telah terjadi empat kali sejak 21 Mei kemarin, status Gunung Merapi naik dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II). ANTARA

    TEMPO.CO, Sleman - Status Gunung Merapi sudah level II atau waspada karena terjadi beberapa kali letusan dalam dua hari ini. Namun, masyarakat yang berada di lereng gunung itu belum perlu mengungsi.

    “Menghadapi kondisi sekarang harus proporsional, tidak perlu disikapi seperti menghadapi letusan ada 2010,” kata Penyelidik Bumi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Badan Geologi, Subandriyo, di Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), di Pakem, Sleman, 22 Mei 2018.

    Baca: Aktivitas Meningkat, Gunung Merapi Naik Status Jadi Waspada

    Memang saat terjadi letusan, para warga tinggal di daerah terdekat dengan kawah tetap mengungsi. Namun di pagi hari, mereka kembali ke rumah masing-masing. Beberapa barak pengungsian sudah disiapkan. Jika sewaktu-waktu warga harus mengungsi,  barak sudah siap digunakan.

    Subandriyo menambahkan, letusan yang sering terjadi ini masih tergolong letusan minor. Yaitu letusan akibat tekanan gas dari dalam gunung dan material yang dilontarkan adalah material lama, bukan material baru dari perut gunung.

    “Melihat letusannya masih letusan minor, non magmatis.  Biasa disebut freatik kalau berinteraksi dengan air. Belum ada indikasi letusan magmatis dari hasil material yang dilontarkan sejak 11 Mei, masih dominan material lama. Letusan itu eksesif gas, pelepasan gas yang terakumulasi karena sistemnya tersumbat ada ketidakseimbangan tekanan langsung terjadi letusan,” kata dia.

    Baca: Setelah Naik Status Waspada, Gunung Merapi Alami Erupsi Susulan

    Subandriyo yang mantan kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ini menyatakan belum mengetahui sampai kapan status waspada akan ditetapkan. Jika memang aktivitas vulkanik turun maka statusnya akan kembali normal. Jika terjadi sebaliknya, aktivitas justru naik maka bisa jadi statusnya naik juga.

    Bupati Sleman Sri Purnomo yang hadir dalam sosialisasi bersama instansi terkait menyatakan segala kemungkinan disiapkan. Semua barak pengungsian sudah disiapkan jika sewaktu-waktu. “Dari BPPTKG belum merekomendasikan untuk mengungsi. Namun masyarakat karena pengalaman erupsi  2010, mereka mengungsi saat erupsi,” kata dia.

    Warga diminta supaya lebih siap untuk mengantisipasi adanya letusan susulan. Warga di lereng Merapi memang sudah dilatih untuk selalu siap mengahadapi erupsi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.