Polisi Tangkap 74 Terduga Teroris Setelah Peristiwa Bom Surabaya

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memimpin upacara kenaikan pangkat Pati Polri di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 18 Mei 2018. Sebanyak 12 anggota perwira tinggi polri dilantik pada acara Korps Raport Kenaikan pangkat Pati Polri. Tempo/Fakhri Hermansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya telah menangkap 74 orang terduga teroris setelah rentetan aksi bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur. Sebanyak 14 di antaranya tewas karena melawan saat penangkapan.

Tito mengatakan jumlah ini didapat setelah penangkapan dilakukan sejak 13 Mei 2018. "Barang bukti yang didapatkan ada bom siap pakai, materi bahan peledak lainnya, baterai, switch, dan lainnya," kata Tito setelah menghadiri rapat terbatas tentang penanggulangan terorisme di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 22 Mei 2018.

Baca: Jokowi Minta Diterapkan Cara Luar Biasa Melawan Terorisme

Rinciannya, kata Tito, polisi menangkap 31 orang di Jawa Timur, delapan orang di Jawa Barat, serta 16 orang di Banten. Sementara itu, di Pulau Sumatera, kepolisian menangkap empat orang di Sumatera Selatan, sembilan orang di Riau, juga enam orang di Sumatera Utara.

Dalam rapat itu, Tito meminta agar ada upaya lebih komprehensif dalam memerangi terorisme. Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah memberikan arahan agar penanggulangan terorisme lebih menyeluruh.

Tito mengatakan Presiden Jokowi memberi arahan perlunya tindakan preventif untuk membendung ideologi terorisme di samping upaya penegakan hukum. "Kemudian upaya pengembangan ekonomi maupun upaya soft lainnya, termasuk melibatkan stakeholder masyarakat," tutur mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ini.

Baca: Ryamizard Ryacudu Soal Terorisme: Kita Menghadapi Orang Gila

Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan selama ini Indonesia berfokus memerangi terorisme dengan cara represif (hard power). Hal ini dirasa belum cukup dan perlu diseimbangkan dengan upaya preventif (soft power).

Namun, menurut dia, upaya pencegahan aksi dari kelompok teroris tidak cukup dengan proses deradikalisasi. Jokowi menilai perlu membersihkan lembaga pendidikan dari pemahaman-pemahaman radikal. "Bersihkan lembaga, mulai dari TK, SD, SMP SMA, perguruan tinggi, ruang-ruang publik, dan mimbar-mimbar umum dari ajaran ideologi terorisme," kata Jokowi.






Pelaku Perampokan Toko Emas di ITC BSD Terlacak dari Sidik Jari

2 hari lalu

Pelaku Perampokan Toko Emas di ITC BSD Terlacak dari Sidik Jari

Polisi berhasil melacak pelaku perampokan toko emas di ITC BSD dari sidik jari yang tertinggal di TKP.


4 Pelaku Perampokan Toko Emas Gondol 600 Gram Emas, Polisi Selidiki Kaitan dengan Terorisme

4 hari lalu

4 Pelaku Perampokan Toko Emas Gondol 600 Gram Emas, Polisi Selidiki Kaitan dengan Terorisme

Empat pelaku perampokan toko emas di Tangerang Selatan sudah ditangkap.


Polda Sulteng Pastikan Buronan Kelompok MIT Tewas adalah Askar

4 hari lalu

Polda Sulteng Pastikan Buronan Kelompok MIT Tewas adalah Askar

Anggota MIT itu tewas dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya pada Kamis, 29 September 2022.


Tito Karnavian Temui Mendagri Jepang, Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral

6 hari lalu

Tito Karnavian Temui Mendagri Jepang, Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengunjungi Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Minoru Terada di Tokyo.


India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

6 hari lalu

India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

Pemerintah India membekukan kelompok Islam Popular Front of India (PFI) dan afiliasinya karena dinilai terlibat "terorisme"


Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo, Bukan Pertama Kali di Kabupaten Sukoharjo

7 hari lalu

Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo, Bukan Pertama Kali di Kabupaten Sukoharjo

Sejak 2010, Sukaharjo kerap terjadi teror dan bom, terakhir ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo. Ini kejadian beberapa tahun belakangan.


Sidang Kasus Terorisme Farid Okbah di PN Jaktim Digelar Tertutup

8 hari lalu

Sidang Kasus Terorisme Farid Okbah di PN Jaktim Digelar Tertutup

Sidang kasus terorisme dengan tersangka Farid Okbah digelar secara tertutup. Agenda sidang pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.


Bandit Bersenjata Serang Salat Jumat di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

8 hari lalu

Bandit Bersenjata Serang Salat Jumat di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

Sekelompok pria bersenjata menyerang sebuah masjid dan menewaskan sedikitnya 15 jamaah salat Jumat di negara bagian Zamfara, Nigeria


Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

9 hari lalu

Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan keberadaan media sosial kerap disalahgunakan kelompok teror untuk menebar propaganda menciptakan perpecahan.


Ditolak, Petisi Pemerintah Filipina agar Partai Komunis Jadi Kelompok Teroris

11 hari lalu

Ditolak, Petisi Pemerintah Filipina agar Partai Komunis Jadi Kelompok Teroris

Pengadilan meminta pemerintah Filipina untuk memerangi pemberontakan komunis, salah satu yang terlama di Asia, dengan menghormati hukum