Gunung Merapi Alami Letusan, BNPB: Pendakian sampai Pasar Bubrah

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pendaki menuju area Pasar Bubrah di bawah puncak Taman Nasional Gunung Merapi, Boyolali, Jawa Tengah, 21 Oktober 2017. Walau dianggap sebagai gunung yang paling aktif ini, gunung Merapai masih menjadi gunung favorit bagi para pendaki maupun wisatawan mancanegara untuk sekadar menikmati suasana matahari terbit dari atas ketinggian. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    Sejumlah pendaki menuju area Pasar Bubrah di bawah puncak Taman Nasional Gunung Merapi, Boyolali, Jawa Tengah, 21 Oktober 2017. Walau dianggap sebagai gunung yang paling aktif ini, gunung Merapai masih menjadi gunung favorit bagi para pendaki maupun wisatawan mancanegara untuk sekadar menikmati suasana matahari terbit dari atas ketinggian. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperingatkan agar kegiatan pendakian Gunung Merapi, Jawa Tengah hanya sampai Pasar Bubrah. Hal ini menyusul terjadinya letusan freatik kecil atau embusan di Gunung Merapi, Jawa Tengah hari ini pukul 01.25 WIB.

    “Kondisi morfologi puncak Gunung Merapi saat ini rawan longsor sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan pendaki,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho lewat keterangan tertulisnya, Senin 21 Mei 2018.

    Baca: Gunung Merapi Alami Letusan Freatik, BNPB Imbau Warga Tak Panik

    Letusan freatik sebelumnya juga terjadi pada Jumat 11 Mei 2018. Letusan ini terjadi akibat dorongan tekanan uap air dan kontak massa air dengan panas di bawah kawah Gunung Merapi.

    BNPB menyebut jenis letusan ini tidak berbahaya dan dapat terjadi kapan saja pada gunung api aktif. Biasanya letusan hanya berlangsung sesaat. “Status Merapi normal,” kata Sutopo.

    Baca: Letusan Freatik Gunung Merapi Berjenis Ultra Vulkanian, Artinya?

    Sutopo mengatakan, saat ini hujan masih terjadi di seputar Gunung Merapi. Sutopo mengimbau masyarakat menjaga kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lahar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.