Said Aqil Soal 200 Mubaligh: Rilis Penceramah yang Dilarang

Reporter

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj, menyampaikan pesan moral kebangsaan dan catatan akhir tahun dengan tema anak ayam tak boleh kehilangan induknya, di Gedung PBNU, Jakarta, 24 Desember 2015. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj kurang setuju dengan rilis 200 penceramah yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) yang layak. Ia mengatakan jumlah penceramah yang layak di Indonesia jauh lebih banyak dari itu.

“Seharusnya Kemenag mendaftar mereka yang tidak layak menjadi penceramah atau yang radikal, itu jumlahnya lebih sedikit daripada yang layak,” kata Said di kantornya, Ahad 20 Mei 2018.

Baca: Fadli Zon Menilai Rilis 200 Nama Penceramah Kemenag Cacat Metode

Sebelumnya, Kementerian Agama merilis 200 nama mubalig atau penceramah. Dari daftar tersebut, ada nama-nama yang sudah dikenal publik seperti Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Hidayat Nur Wahid, Ma’ruf Amin, Arifin Ilham, dan Said Aqil Siradj. Ada tiga kriteria penceramah menurut Kemenag yaitu mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan komitmen kebangsaan yang tinggi.

Menurut Said, Kementerian Agama kurang jeli dalam mendaftar nama-nama penceramah di Indonesia. Said juga mengatakan Kemenag tidak mengajak PBNU dalam proses memilih 200 penceramah. “Tujuan Kemenag baik tetapi kurang tepat memilih karena yang layak menjadi penceramah jauh lebih banyak,” kata Said.

Baca: Kemenag Daftar 200 Penceramah, MUI Sebut Masyarakat Sudah Cerdas

Said Aqil Sirad juga mengusulkan agar Kementerian Agama membuat kriteria penceramah yang tidak layak kepada masyarakat. “Misalnya jangan panggil penceramah yang menghina Pancasila, menggunakan kata-kata kotor, caci maki, atau menimbulkan fitnah, atau menghasut,” kata dia.






Ulama Mesir Syekh Yusuf Al Qaradawi Wafat, Pernah Berpesan kepada Nahdlatul Ulama

6 hari lalu

Ulama Mesir Syekh Yusuf Al Qaradawi Wafat, Pernah Berpesan kepada Nahdlatul Ulama

Syekh Yusuf Al Qaradawi, ulama dan cendekiawan Mesir itu wafat pada Senin, 26 September 2022. Ia pernah datang ke kantor PBNU, ini pesannya.


Said Aqil Ajak Masyarakat Perkuat Ketahanan Pangan

14 hari lalu

Said Aqil Ajak Masyarakat Perkuat Ketahanan Pangan

Krisis pangan akan mengganggu stabilitas ekonomi, politik, dan keamanan.


Selain Ning Imaz, KH Said Aqil Siradj pun Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo

15 hari lalu

Selain Ning Imaz, KH Said Aqil Siradj pun Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo

Ning Imaz dari Pondok Pesantren Lirboyo dihina Eko Kuntadhi dalam cuitannya. Selain Ning Imaz, KH Said Aqil Siradj juga lulusan Lirboyo. Siapa lagi?


Said Aqil Siradj Minta Polisi Jujur dalam Penanganan Kasus Brigadir J

41 hari lalu

Said Aqil Siradj Minta Polisi Jujur dalam Penanganan Kasus Brigadir J

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siradj meminta polisi jujur dalam penanganan kasus Brigadir J.


24 Tahun PKB, Pernah Hampir Punya Nama Nahdla Ummah, Ada pula Tim Lima, Siapa Saja Anggotanya?

25 Juli 2022

24 Tahun PKB, Pernah Hampir Punya Nama Nahdla Ummah, Ada pula Tim Lima, Siapa Saja Anggotanya?

Pada 23 Juli 1998, deklarasi parpol inisiasi Nahdlatul Ulama, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Gus Dur menginisiasi, ada pula tim lima, siapa?


BNPT Sebut Penceramah Moderat Tekan Konten Keagamaan Radikal di Dunia Maya

29 Mei 2022

BNPT Sebut Penceramah Moderat Tekan Konten Keagamaan Radikal di Dunia Maya

BNPT menyebut sebanyak 67,7 persen konten keagamaan dunia maya merupakan konten bernuansa intoleran dan radikal.


Bicara soal Memilih Pemimpin, Said Aqil: Yang Pluralis dan Berbudaya

28 Mei 2022

Bicara soal Memilih Pemimpin, Said Aqil: Yang Pluralis dan Berbudaya

Mantan Ketum PBNU, Said Aqil Siradj, mengimbau masyarakat agar memilih pemimpin yang diterima semua pihak


Selain Ustad Abdul Somad, Singapura Pernah Larang Masuk Dua Penceramah Islam Ini

18 Mei 2022

Selain Ustad Abdul Somad, Singapura Pernah Larang Masuk Dua Penceramah Islam Ini

Singapura pernah melarang dua penceramah asing sebelum kasus Ustad Abdul Somad.


Asal Usul Kitab Kuning, Rujukan Keilmuan Islam di Pesantren

10 April 2022

Asal Usul Kitab Kuning, Rujukan Keilmuan Islam di Pesantren

Eksistensi kitab kuning, kini telah menjadi kitab rujukan utama bagi tradisi keilmuan Islam di pesantren. Bagaimana mulanya?


Pedoman Ibadah Kemenag: Minta Dai Ceramah dengan Santun

3 April 2022

Pedoman Ibadah Kemenag: Minta Dai Ceramah dengan Santun

Para mubalig/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, persatuan, kerukunan, kemaslahatan umat, dan kebangsaan