Kapolri Berikan Rumah ke Keluarga Polisi Korban Rusuh Mako Brimob

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menurut Kapolri, Rumah Tahanan di Mako Brimob Kelapa Dua sebenarnya tidak layak untuk tahanan Terorisme. TEMPO/Ade Ridwan

    Menurut Kapolri, Rumah Tahanan di Mako Brimob Kelapa Dua sebenarnya tidak layak untuk tahanan Terorisme. TEMPO/Ade Ridwan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian menyerahkan bantuan berupa rumah kepada keluarga polisi yang meninggal dalam kerusuhan Rumah Tahanan Mako Brimob pada 8 Mei 2018. Kapolri mengatakan bantuan itu berasal dari sumbangan para donatur.

    "Ada donatur yang bersimpati untuk memberikan rumah," ujarnya di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat 18 Mei 2018.

    Baca: Idrus Marham: Keluarga Korban Pelaku Terorisme Ditanggung Negara

    Tito menyerahkan bantuan itu secara simbolis kepada perwakilan enam keluarga polisi yang meninggal di Mako Brimob, yaitu Brigadir Dua Syukron Fadhli, Ispektur Dua Yud Rospuji Siswanto, Brigadir Satu Fandy Setio Nugroho, Brigadir Kepala Denny Setiabudi, Brigadir Dua Wahyu Catur Pamungkas dan anggota Intelijen Brimob Brigadir Kepala Marhun Pencje, yang tewas ditusuk pasca-kerusuhan di Mako Brimob.

    Selain rumah, Tito menambahkan, keluarga polisi yang meninggal juga akan mendapatkan bantuan lain, seperti biaya kehidupan sehari-hari. Sebelumnya, Polri juga memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada korban.

    Tito menyebutkan banyak lapisan masyarakat yang ingin memberikan bantuan sebagai ucapan terima kasih atas perjuangan para polisi tersebut. Namun dia pun enggan mendetailkan gambaran rumah tersebut, termasuk lokasinya. Menurut dia ini demi kepentingan keamanan.

    Baca: Jokowi Minta Evaluasi Total Pasca-Kerusuhan di Mako Brimob

    Tito mengatakan, polisi yang menjadi korban jiwa dan terluka dalam aksi teror di berbagai tempat juga akan mendapatkan bantuan. Ia menyebutkan, polisi yang meninggal di Surabaya, Sumatera Utara, dan Pekanbaru.

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan kejadian ini merupakan tantangan bagi Polri sebagai bhayangkara dalam menjaga keamanan bangsa. Dia pun mengapresiasi tindakan heroik para petugas polri dalam mengatasi aksi teror.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.