Selasa, 14 Agustus 2018

Polisi Tewas dalam Penyerangan Teroris di Polda Riau adalah Ustad

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua jenazah pelaku penyerangan tergeletak di jalan pintu masuk Polda Riau di Pekanbaru, Riau, 16 Mei 2018. Sejumlah pria menggunakan mobil minibus mencoba menerobos dan melakukan penyerangan ke Polda Riau pada sekitar pukul 09.00 Wib. ANTARA FOTO/Retmon

    Dua jenazah pelaku penyerangan tergeletak di jalan pintu masuk Polda Riau di Pekanbaru, Riau, 16 Mei 2018. Sejumlah pria menggunakan mobil minibus mencoba menerobos dan melakukan penyerangan ke Polda Riau pada sekitar pukul 09.00 Wib. ANTARA FOTO/Retmon

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Penyerangan yang terjadi di Kepolisian Daerah Riau mengakibatkan satu orang anggota kepolisian tewas. Inspektur Dua, Auzar, personel Direktorat Lalu Lintas Polda Riau, yang meninggal dalam insiden itu dikenal sebagai ustad.

    Auzar ditabrak mobil yang dikendarai teroris pada saat penyerangan Polda Riau, pagi ini, sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, dia baru saja menunaikan salat Dhuha di Masjid Polda Riau yang berlokasi di lantai dua. Ketika berjalan kembali menuju ruang kerjanya, personel kepolisian berusia 55 tahun itu ditabrak mobil yang dikendarai teroris.

    Baca: Begini Detik-detik Penyerangan Mapolda Riau

    "Kami semua merasa kehilangan sosok beliau. Ia bukan hanya polisi tapi juga ulama dan ustad di sini," kata Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Komisaris Besar Rudi Syarifudin di Pekanbaru, Rabu, 16 Mei 2018.

    Rudi menuturkan anak buahnya itu memang rutin menjalankan salat Dhuha. Bahkan sebelum meninggal, menurut Rudi, Auzar sempat memberikan pesan terkait persiapan menjelang Ramadan. "Sebelum kejadian, beliau sempat memberikan pngarahan jadwal tausiyah dan kegiatan Ramadhan di lingkungan masjid Polda Riau," kata atasan Auzar itu.

    Rudi menuturkan, Ipda Auzar memulai karir polisi di bagian Lalu Lintas Polda Riau sejak Bintara hingga pangkat Ipda. Menurut dia, Auzar yang bergelar Haji itu aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Auzar juga memiliki pesantren dan yayasan anak yatim-piatu yang mendidik lebih dari 500 anak kurang mampu.

    Baca: Teror Polda Riau: 4 Teroris Ditembak Mati dan 1 Polisi Meninggal

    Rudi menambahkan, Auzar juga sering memberikan tauziah. Anak buahnya itu dikenal sebagai salah satu ustad yang disegani di internal polisi dan masyarakat setempat. "Kami sangat berduka. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya," ujar Rudi.

    Penyerangan di Markas Polda Riau ini terjadi saat kepolisian akan menggelar ekspos tangkapan sabu 29 kilogram di Indragiri Hilir. Ketika itu, sebuah mobil minibus milik terduga teroris menerobos masuk menambrak pintu gerbang Polda Riau. Salah seorang terduga teroris keluar mengejar polisi menggunakan samurai panjang.

    Akibat serangan ini, dua personel Polda Riau lain mengalami luka bacok. Dua orang jurnalis dari MNCTV dan TVOne juga mengalami luka-luka akibat ditabrak terduga teroris yang kabur.

    Polisi menembak mati empat terduga teroris yang melakukan penyerangan di Polda Riau. Satu orang terduga teroris yang berperan sebagai supir dalam penyerangan, kabur dan saat ini masih dikejar.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia Polii dan Apriani Rahayu Ingin Sejarah Baru di 2018

    Setelah Nitya Krishinda cedera, pasangan atlet bulu tangkis ganda putri Greysia Polii dan Apriani Rahayu menjadi unggulan di Asian Games 2018 nanti.