Densus 88 Tangkap Terduga Teroris dan Istrinya di Sukabumi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengamanan terorisme. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi pengamanan terorisme. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Sukabumi - Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian RI menggeledah rumah kontrakan terduga teroris di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu, 13 Mei 2018. Selain itu, Densus 88 mengamankan menangkap seorang terduga teroris dan istrinya.

    Berdasarkan informasi, rumah kontrakan yang digeledah Densus 88 berada di Kampung Sampora, RT 03 RW 06 Desa Bojong Raharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Sebelum penggeledahan, Densus terlebih dahulu mengamankan seorang terduga teroris berinisial MG.

    "Polres Sukabumi membantu Densus 88 mengamankan olah tempat kejadian perkara pada hari Minggu, 13 Mei 2018," ujar Kepala Kepolisian Resor Sukabumi Ajun Komisaris Besar Nasriadi kepada wartawan di Sukabumi, Minggu, 13 Mei.

    Baca juga: Istri Terduga Teroris Kukar: Saya Tidak Tahu Barang Sitaan Polisi

    Dalam penggeledahan, petugas menyita beberapa barang bukti yang berhubungan dengan kegiatan teroris seperti busur-panah, buku, paralon, bambu, dan kendaraan bermotor.

    Selain itu, kata Nasriadi, di rumah kontrakan itu ada istri terduga teroris. Kini istri terduga teroris telah diamankan petugas Densus. Sebelumnya, sang suami, MG, telah terlebih dahulu ditangkap.

    Menurut Nasriadi, saat ini petugas tengah melakukan pengembangan perkara. "Proses olah TKP berjalan lancar karena warga mendukung," kata dia.

    Pemilik kontrakan Nandang Ari, 39 tahun, menambahkan, terduga teroris yang diamankan polisi sudah hampir lima bulan mengontrak di rumahnya. "Kurang-lebih lima bulan mengontrak namanya Bagus," ujar dia.

    Baca juga: Densus 88 Tangkap 19 Terduga Teroris dalam Tiga Hari

    Saat datang, kata Nandang, pengontrak menuturkan tengah mencari kerja di pabrik di Cikembar. Selain itu, mengaku berencana menikah.

    "Asalnya dari Jakarta, tapi saya tidak melihat KTP-nya," ujar Nandang sambil menambahkan bahwa fotokopi KTP itu juga telah diserahkan ke RT.

    Burhan, 46 tahun, warga Cikembar lainnya, mengatakan terduga teroris tersebut jarang bergaul dengan warga. "Memang salat di masjid tapi terpisah, tidak bergabung dengan jemaah lainnya," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.