Muhaimin Iskandar Usulkan Napi Terorisme Dimasukkan Tarekat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhaimin masih menunggu pertimbangan para kiai dan ulama Nahdlatul Ulama untuk menentukan sikap.

    Muhaimin masih menunggu pertimbangan para kiai dan ulama Nahdlatul Ulama untuk menentukan sikap.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menilai pemerintah tidak punya konsep yang konkret tentang penanganan tahanan terorisme. Ia mengaku punya konsep, bersama dengan Nahdlatul Ulama, yakni seluruh narapidana terorisme dimasukkan ke tarekat.

    "Itu (tarekat) jalan sufi menuju kedekatan Allah. NU punya, jadi seluruh tahanan teroris dimasukkan tarekat langsung di bawah naungan Habib Lutfi misalnya, atau Kiai Haji Said Aqil, baru NU bisa tangani," kata Muhaimin di gedung DPR pada Jumat, 11 Mei 2018.

    Habib Luthfi bin Yahya merupakan Rais ‘Aam Jam’iyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah ala Thariqatin Nahdliyah (Jatman).  Dalam sebuah kesempatan, seperti dikutip laman nu.or.id, Habib Luthfi mengatakan bahwa tarekat itu merupakan proses peningkatan ubudiyah (amal ibadah) dan mahabbah (cinta). Adapun Said Aqil yang dimaksud Muhaimin adalah Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj.

    Baca: Kasus HTI, Muhaimin Iskandar: Umat Islam Yakin NKRI Harga Mati

    Usulan ini disampaikan Muhaimin setelah terjadinya kerusuhan di rutan Mako Brimob yang melibatkan 155 napi terorisme. Lima anggota polisi tewas dan empat lainnya luka-luka dalam drama penyanderaan yang berlangsung 36 jam sejak Selasa, 8 mei lalu.

    Menurut Muhaimin, napi terorisme ditangani dengan cara dibaiat lalu dilakukan wirid olah hati dan olah fisik atau dikenal dengan istilah tirakat. Pada waktu tirakat, mereka tidak makan dan minum di jam tertentu.

    Baca: Polisi Tangkap 4 Terduga Teroris Terlibat Rusuh Mako Brimob

    Muhaimin pun meminta pemerintah menyerahkan penanganan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan ke NU. Muhaimin pun yakin solusi dari NU itu bisa mengubah pola pikir narapidana terorisme yang sebelumnya radikal.

    "Yang kena hukuman tiga tahun, saya kira yang ikut tarekat akan berubah kembali humanis, kembali NKRI," kata Muhaimin. "Begitu dia masuk tarekat, enggak usah tiga tahun, satu tahun saja, sudah terbentuk mental spiritual dan pola pikirnya".

    Meski demikian, Muhaimin mengaku konsep ini belum pernah ditawarkan kepada pemerintah. "Tapi ini kan sebetulnya hal biasa. Mestinya kan serahkan pendidikan dan pengajaran ajaran Islam itu kepada ahlinya. Jangan yang tidak ahli mengajari agama," kata dia. Dia pun menyarankan agar Menteri Hukum dan HAM membuat kerja sama dengan NU untuk menangani narapidana khusus terorisme.

    Baca: Said Aqil Akan Dukung Muhaimin Iskandar dengan Satu Syarat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.