Polisi Tembak 2 Terduga Teroris yang Menuju Mako Brimob

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara Markas Besar Kepolisian RI Inspektur Jenderal Setyo Wasisto saat diwawancarai awak media di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, 24 Maret 2018. Tempo/Caesar Akbar

    Juru bicara Markas Besar Kepolisian RI Inspektur Jenderal Setyo Wasisto saat diwawancarai awak media di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, 24 Maret 2018. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menembak dua dari empat terduga teroris yang ditangkap di kawasan Tambun, Mekarsari, Bekasi, Kamis, 10 Mei 2018. Polisi menduga keempat orang itu menuju rumah tahanan Markas Komando Brigade Mobil atau Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, saat terjadi kerusuhan. Satu terduga teroris tewas.

    "Patut diduga mereka ingin ikut aksi di Mako Brimob," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jumat, 11 Mei 2018.

    Baca:Kerusuhan Mako Brimob, Ryamizard: Itu Pelajaran, walaupun Pahit

    Setyo mengatakan polisi awalnya mendapat informasi intelijen adanya empat terduga teroris di kawasan Tambun, Kamis, 10 Mei 2018, pukul 01.35 WIB. Polisi menangkap keempat orang tersebut di Jalan Stasiun Tambun, Mekarsari, Bekasi, Jawa Barat.

    Sekitar pukul 05.30 empat orang tersebut dibawa menggunakan mobil ke Jakarta. Namun, di tengah perjalanan, dua orang terduga teroris berinisial RA, 40 tahun, dan JG, 30 tahun, mencekik serta berusaha merebut senjata polisi. Karena melawan, polisi menembak kedua orang itu. "Keduanya kemudian dirawat di RS Bhayangkara," ucapnya.

    Baca: Moeldoko Beberkan Tiga Skenario Penanggulangan Rusuh Mako Brimob

    Setelah dirawat selama dua jam, RA tewas akibat luka tembak, sedangkan JG masih dalam perawatan. Polisi menahan dua orang terduga teroris lainnya dengan inisial HG, 40 tahun, serta AM, 31 tahun.

    Dari hasil pemeriksaan, polisi menduga keempat orang ini berasal dari jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung. Dari tangan keempat orang itu, polisi menyita satu sangkur, belati, 25 butir peluru kaliber 9 milimeter, 25 paku tembak, dua ketapel, tiga busur besi, 69 peluru gotri, dua golok, juga 48 peluru senapan angin untuk melakukan aksi di Mako Brimob, Depok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.