Jokowi Sindir Susi Mau Jadi Cawapres karena Beri Perintah Menteri

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbincang dengan para pekerja saat mengunjungi pabrik rambut palsu dan bulu mata palsu di Purbalingga, Jawa Tengah, 23 April 2018. Pabrik tersebut, memperkerjakan 8.600 tenaga kerja. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Jokowi berbincang dengan para pekerja saat mengunjungi pabrik rambut palsu dan bulu mata palsu di Purbalingga, Jawa Tengah, 23 April 2018. Pabrik tersebut, memperkerjakan 8.600 tenaga kerja. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Pangandaran - Di depan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk mengeruk sungai dan membangun perumahan nelayan di Pangandaran, Jawa Barat. Tindakan Susi itu yang kemudian ditanggapi Jokowi.

    "Tadi Menteri PU, Menhub, sudah diperintah Bu Susi untuk keruk sungai. Benar butuh?" kata Jokowi bertanya kepada nelayan saat acara peresmian Keramba Jaring Apung di Cikidang, pangandaran, Jawa Barat, Selasa, 24 April 2018. Nelayan pun menjawab serentak, "Benaaar."

    Baca: Gaya Susi Pudjiastuti Minta 2 Menteri Keruk Sungai di Pangandaran

    Sebelumnya, saat menyampaikan sambutannya di acara peresmian yang dihadiri Jokowi tersebut, Menteri Susi mengatakan sungai yang harus dikeruk adalah Sungai Cikidang, Ciputrapingang, dan Palawangan Sagara Anakan. "Mohon dikeruk saja. Murah dan gampang. Saya tak mau tahu, bapak berdua (Menhub dan Menteri PUPR) yang tanggung jawab," kata Susi kepada dua menteri tersebut, Selasa, 24 April 2018.

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Dok TEMPO

    Jokowi kemudian berujar, "Tapi yang memerintahkan mestinya bukan Bu Susi, tapi Presiden. Jangan-jangan Bu Susi ingin jadi cawapres." Perkataan Jokowi itu sambut riuh tepuk tangan tamu undangan.

    Setelah itu, Jokowi lantas bertanya kepada nelayan soal cuaca yang mulai panas terik. Apalagi, acara tersebut digelar di pinggir pantai, tepatnya di Pelabuhan Pendaratan Ikan Cikidang. "Bapak, Ibu, kepanasan enggak sih?" tanya Jokowi. Nelayan pun menjawab, "Panaaas."

    Baca: Jokowi Resmikan Keramba Jaring Apung di Pangandaran, Jawa Barat

    Mendengar jawaban nelayan, Jokowi menimpali lagi. "Oh, enggak panas. Lalu yang kepanasan siapa ini?," kata dia. Tidak diketahui pasti pertanyaan yang diucapkan Jokowi itu ditujukan untuk siapa.

    Setelah itu, Jokowi bertanya kepada nelayan ihwal pengerukan sungai. Ia meminta nelayan memberikan penjelasan. "Nelayan maju, jelaskan kenapa harus dikeruk sungainya," kata Jokowi.

    Nanang Junaedi, salah satu nelayan, kemudian maju dan menyampaikan penjelasannya. Menurut dia, sungai itu perlu dikeruk supaya perahu tidak kandas saat masuk pelabuhan. "Perlu sekali dikeruk," kata dia.

    Kasan, nelayan lain juga mengatakan, Sungai Palawangan Sagara Anakan sudah sempit dan dangkal. "Minta dikeruk," kata dia.

    Jokowi kemudian bertanya, "Jadi ingin dikeruk kapan?" Nanang menjawab, "Secepatnya".

    Kepada para menterinya, Jokowi mengatakan masyarakat ingin sungai secepatnya dikeruk. "Ingin secepatnya Pak Menteri. Langsung dikerjakan. Saya beri waktu dua bulan untuk memulai," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.