Mengapa Fahri Hamzah Begitu Yakin Jokowi Tak Dapat Tiket Pilpres

Reporter

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Nusantara III, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, 16 November 2017. Fahri menilai bahwa langkah KPK memasukkan Novanto ke DPO adalah salah karena keberadaan Novanto diketahui di RSCM dan RSCM dijaga polisi. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

TEMPO.CO, Jakarta - Ada sejumlah hal yang membuat politikus Partai Keadilan Sejahtera, Fahri Hamzah, meyakini Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak akan mendapatkan tiket menjadi calon presiden dalam Pemilu 2019. "Lain ini keadaan, situasi gawat tidak gampang diatur-atur. Pak Jokowi tidak dapat tiket," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 23 April 2018.

Menurut Fahri, sejumlah hal diyakininya karena Presiden Jokowi sebagai calon inkumben tak bisa lagi memoles diri pada Pemilu 2019. Apalagi Jokowi disebut tidak sanggup merealisasi janjinya yang diucapkan pada Pemilu 2014 saat sudah memimpin.

Baca: Elektabilitas Jokowi Naik Versi Kompas, Fahri Hamzah: Mirip Ahok

Fahri menyebutkan janji politik itu bakal menjadi beban berat untuk maju kembali karena seluruhnya tidak terealisasi. Pemerintah Jokowi, ucap Fahri, tak perlu menyodorkan pembangunan sejumlah infrastruktur, seperti Trans-Sumatera dan Papua, yang sebenarnya tidak ada dalam janji politiknya, sebagai suatu keberhasilan.

"Inilah yang saya bilang, pemerintah tidak komit dengan janjinya," ucapnya. "Sekarang seperti ke arah baru yang tidak dia janjikan dan enggak ada gunanya."

Simak: Luhut Soal Tuduhan Fahri Hamzah: Tolonglah Berpikir Positif

Karena kegagalan tersebut, tutur Fahri, bakal ada kejutan menjelang pendaftaran calon presiden. Pengumuman calon yang bakal maju menjadi presiden dan wakil presiden diperkirakan terjadi pada 8-10 Agustus mendatang.

Fahri mengingatkan, peta politik kini sudah mulai bergeser menuju perubahan melawan Jokowi. Fahri Hamzah mencontohkan sinyal yang dilempar Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berada di Cilegon, Banten. Dalam pertemuan di Cilegon, Banten, Minggu malam lalu, SBY mengatakan akan menghadirkan pemimpin baru untuk rakyat Indonesia.

"Saya akan pasangkan nanti, capres-cawapres yang mengerti keinginan rakyat. Insya Allah, nanti ada pemimpin baru yang amanah, cerdas, dan memikirkan rakyat banyak," ujar SBY di hadapan ratusan ulama, santri, dan warga Kota Cilegon. (*)

Lihat juga video: Ogah Jadi Dokter, Anak Muda Ini Malah Sukses Bikin Belasan Kafe Kopi







Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

1 menit lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.


Ini Kata Mahasiswa yang Dikunjungi Jokowi di BUMN Startup Day

7 jam lalu

Ini Kata Mahasiswa yang Dikunjungi Jokowi di BUMN Startup Day

Pertamina mengusung lima tim jebolan Pertamuda 2021 di ajang kegiatan BUMN Startup Day. Seluruhnya digawangi mahasiswa: Unair, UI, UGM, UB.


Padam Kompor Listrik Sebelum Sempat Menyala

9 jam lalu

Padam Kompor Listrik Sebelum Sempat Menyala

Program pengalihan kompor elpiji 3 kilogram milik masyarakat menjadi kompor listrik kandas di tengah jalan. Apa sebabnya?


Jokowi Sentil Pejabat yang Pamer Berwisata ke Luar Negeri di Media Sosial

14 jam lalu

Jokowi Sentil Pejabat yang Pamer Berwisata ke Luar Negeri di Media Sosial

Presiden Jokowi menyentil pejabat negara yang memamerkan aktivitas melancongnya ke luar negeri di media sosial. Menurut Jokowi, kegiatan para pejabat itu membuat devisa lari ke luar negeri.


19 Juta Orang Kekurangan Gizi, Moeldoko: Presiden Jokowi Sudah Minta Kita Tanam Apa Saja

14 jam lalu

19 Juta Orang Kekurangan Gizi, Moeldoko: Presiden Jokowi Sudah Minta Kita Tanam Apa Saja

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan kondisi perekonomian di Indonesia dalam keadaan baik.


DKI Ingin MRT Jakarta Segera Akuisisi PT KCI, Realisasikan Instruksi Jokowi

14 jam lalu

DKI Ingin MRT Jakarta Segera Akuisisi PT KCI, Realisasikan Instruksi Jokowi

MRT Jakarta telah meminta penyertaan modal daerah Rp 1,7 triliun untuk mengakuisisi PT KCI. Kondisi fiskal terkendala pandemi Covid-19.


Ajak Kepala Daerah Kompak Tangani Inflasi, Jokowi Sebut Kondisi Ekonomi 2023 Makin Gelap

15 jam lalu

Ajak Kepala Daerah Kompak Tangani Inflasi, Jokowi Sebut Kondisi Ekonomi 2023 Makin Gelap

Presiden Jokowi mengajak seluruh kepala daerah untuk kompak bersama-sama menghadapi ancaman inflasi


Jokowi Tetap Inginkan Pembangunan Infrastruktur Terus Berjalan

16 jam lalu

Jokowi Tetap Inginkan Pembangunan Infrastruktur Terus Berjalan

Jokowi menjelaskan, infrastruktur dibutuhkan karena merupakan fondasi bangsa agar bisa bersaing dengan negara lain.


OPM Sebut Jokowi Penjahat Perang, Moeldoko: Kami Akan Tangkap Mereka

16 jam lalu

OPM Sebut Jokowi Penjahat Perang, Moeldoko: Kami Akan Tangkap Mereka

Kepala Staf Presiden Moeldoko bereaksi keras atas pernyataan TPNPB-OPM menyebut Presiden Jokowi sebagai penjahat perang di Papua.


Sri Mulyani: 40 Persen Belanja Pemerintah Pusat dan Daerah Ada di Kuartal IV 2022

16 jam lalu

Sri Mulyani: 40 Persen Belanja Pemerintah Pusat dan Daerah Ada di Kuartal IV 2022

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah masih memiliki daya belanja yang besar hingga kuartal IV - 2022. Ini untuk menopang ekonomi hingga akhir tahun supaya bisa tumbuh di atas 5 persen sepanjang 2022.