Luhut Soal Tuduhan Fahri Hamzah: Tolonglah Berpikir Positif

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Dok. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Dok. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan siap bertanggung jawab atas pembiayaan pertemuan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) di Nusa Dua, Bali. Sebagai ketua acara IMF-WB 2018, ia mengaku mengetahui persis bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengalokasikan dana IMF-WB 2018 dengan cermat.

    “Tolonglah berpikir positif.” Pernyataan tertulis Luhut yang diterima Tempo, Kamis, 19 April 2018 ini menanggapi tuduhan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah.

    Baca: Luhut: Jadi Tuan Rumah Acara IMF-WB ...

    Fahri menuding pemerintah mengalihkan dana pembangunan gedung baru DPR untuk mengongkosi acara IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali pada 12-14 Oktober 2018. Menurut Luhut, menjadi tuan rumah acara itu berguna untuk mempromosikan obyek wisata.

    Luhut menyatakan acara akbar itu justru menguntungkan Indonesia. Anggaran acara IMF-WB 2018 lebih dari Rp800 miliar akan kembali dalam bentuk hibah komputer, furnitur, dan lainnya. Sekitar 18.500 peserta acara belum termasuk istri dan anak, datang sebagai turis yang membayar hotel dan akomodasi lainnya.

    Simak: Pohon Harta Menteri Luhut dan Kongsinya dengan Jokowi

    Pemerintah telah memperbaiki lima obyek wisata. Lima tempat itu antara lain Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Banyuwangi, dan Bali. “Ini pencapaian tersendiri.”  Kalau tak ada pertemuan tahunan itu, kata Luhut Panjaitan, perbaikan obyek-obyek wisata itu diperkirakan baru akan rampung dua tahun mendatang.

    Baca: Luhut Tepis Tudingan Fahri Hamzah Soal ...

    Saat ini, Luhut sedang menghadiri Spring Meeting IMF-WB 2018 di Washington DC, Amerika Serikat. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga hadir dalam pertemuan itu. Spring Meeting akan membahas kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah IMF-WB yang digelar pada 12-14 Oktober 2018.

    Ada juga paparan World Economic Outlook pada 18 April 2018 yang membahas isu kepedulian global, termasuk prospek ekonomi dunia, pengentasan kemiskinan, pembangunan ekonomi, dan efektivitas bantuan. Sejumlah investor meramaikan Spring Meeting.

    Menurut Luhut Panjaitan, Spring Meeting membuat Indonesia semakin dikenal. Dia mengklaim makin banyak yang mau datang ke Indonesia dan berinvestasi.

    Simak: Lima Kritrik Fadli Zon pada Menteri Terbaik di Dunia Sri Mulyani


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.