Deklarasi Anis Matta Calon Presiden Diboikot PKS Jawa Barat?

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anis Matta. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Anis Matta. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Bandung - Anis Matta berupaya mendongkrak popularitas Partai Keadilan Sejahtera dan dirinya dengan mendeklarasikan diri sebagai calon presiden di Bandung, Jawa Barat. Namun beredar kabar, acara deklarasi Anis Matta sebagai calon presiden itu tak mendapat dukungan Partai Keadilan Sejahtera.

    "Itu miskomunikasi saja, semua calon presiden punya tim pendamping," kata Anis Matta usai deklarasi di Teater Terbuka Taman Budaya Jawa Barat, Dago, Bandung, Sabtu, 21 April 2018, malam.

    Mantan Presiden PKS itu mengatakan partainya telah mempunyai 9 nama calon presiden atau wakilnya. Anis termasuk dalam daftar. "Deklarasi ini hanya sosialisasi untuk memberikan pilihan (Presiden) yang banyak, kami akomodasi aspirasi semangat deklarasi yang juga perluasan konstituen PKS," ujar Anis seusai acara.

    BACA:Fahri Hamzah Melihat Ada Upaya Elit PKS Menjegal Anis Matta

    Deklarasi seperti itu menurutnya bukan kali pertama. Di beberapa daerah muncul aspirasi serupa. "Ada juga dari partai untuk sosialisasi calon Presiden untuk mengangkat partai," kata Anis.

    Kelompok pendukungnya-- Kelompok Anis Matta Pemimpin Muda-- menghelat acara deklarasi Anis sebagai Presiden Republik Indonesia 2019. Petinggi partai di daerah tidak muncul di panggung, pun nihil bendera atau atribut PKS. Segelintir orang terlihat memakai kaus bertuliskan PKS. Anis berdalih, absennya petinggi partai ini karena deklarasi ini bukan acara struktur partai.

    "Partai ada mekanismenya. Efek pencapresan tidak akan bagus kalau hanya internal," ujar Anis.

    Beredar kabar Partai Keadilan Sejahtera meminta kadernya tidak hadir dalam acara deklarasi tersebut. Anjuran itu disebutkan dari Dewan Pengurus Wilayah PKS Jawa Barat. Sekretaris Pengurus Wilayah PKS Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya menolak memberi konfirmasi dan klarifikasi kabar itu.

    Ketua pendukung Anis di Jawa Barat, Rinaldi Yusuf, 25 tahun, mengatakan, keinginan untuk mengusung Anis Matta sebagai presiden tercetus sejak lima tahun lalu. Para pendukung menilai Anis sebagai pemimpin muda yang bisa mengubah Indonesia. Deklarasi serupa akan dimunculkan di beberapa daerah di Jawa Barat.

    Seperti diketahui pemilihan presiden 2019 akan berbarengan dengan pemilihan legislatif. Sejauh ini belum ada partai atau gabungan partai yang resmi mendeklarasikan calon presiden dan calon wakil presidennya. Koalisi partai pemerintah yang berencana tetap mendaftarkan Joko Widodo kembali menjadi calon presiden 2019-2024.

    Sesuai ketentuan, pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden berlangsung pada 4-10 Agustus 2018 oleh partai atau gabungan partai yang telah mendapatkan nomor urut.

    Dari hasil survei, Presiden Joko Widodo menjadi figur dengan elektabilitas tertinggi. Sementara Prabowo Subianto merupakan kandidat dengan elektabilitas tertinggi kedua setelah Jokowi.

    Adapun Anis Matta, pada dua kali pemilu sebelumnya, terpilih menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.