Ganti Jargon "Saya Indonesia Saya Pancasila", Begini Usul BPIP

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejabat UKP PIP mengunjungi Vihara Dharma Bhakti, Jakarta, saat perayaan Imlek, Jumat, 16 Februari 2018. TEMPO/Vindry Florentin

    Pejabat UKP PIP mengunjungi Vihara Dharma Bhakti, Jakarta, saat perayaan Imlek, Jumat, 16 Februari 2018. TEMPO/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Yudi Latief mengusulkan tema peringatan hari lahir Pancasila tahun 2018 adalah Kita Pancasila, Bersatu Berbagi. "Tema yang diusulkan BPIP ini supaya peringatan Pancasila sesuai dengan berkembangnya kondisi publik," kata Yudi di kantor BPIP, Jakarta, Rabu, 11 April 2018.

    Yudi menjelaskan, tema tersebut dipilih lantaran peringatan hari lahir Pancasila tahun ini berdekatan dengan momen bulan puasa ramadan, tahun politik, dan menjelang Asian Games. Dengan banyaknya momen tersebut, Yudi berharap tema tersebut dapat mengurangi tensi dan ketegangan yang terjadi di publik.

    Baca: Megawati: Negara Kuat Jika Pancasila Diajarkan Sejak Kecil

    Menurut Yudi, tema tahun ini sebetulnya hanya melanjutkan dari tema peringatan hari lahir Pancasila tahun lalu, yang dikenal dengan jargon "Saya Indonesia, Saya Pancasila". Namun, jargon tersebut bersifat internalisasi dan persaksian. Sehingga, Yudi dan timnya pun sepakat mengganti kata 'saya' menjadi 'kita'.

    "Karena ini tahun politik, tahun di mana harga diri Indonesia harus kompak bicara kepada dunia. Dan momen puasa kan momen berbagi, momen dalam tradisi kita Lebaran dan lain-lain kebersamaan terjadi. Makanya dari aku menjadi kita," ujarnya.

    Ia berharap momen bersatu dan berbagi yang bertepatan dengan bulan puasa dan Idul Fitri juga bisa menjadi momen kebangsaan yang bisa dilakukan kelompok umat beragama selain Islam. "Nanti kita harapkan yang berbagi bukan hanya zakat fitrah atau mal, tapi kelompok agama lain, pada momen peringatan Pancasila, akan menjadi satu gerakan besar berbagi," katanya.

    Baca: Din Syamsuddin: Pancasila Bisa Menjadi Model bagi Dunia Islam

    Selain berubahnya tema, BPIP juga mendesain peringatan hari lahir Pancasila yang sebelumnya hanya dirayakan selama sepekan, akan diselenggarakan mulai lebih dari dua pekan, yaitu 1 Juni-18 Agustus 2018. Sebab, kata Yudi, rentang waktu tersebut merupakan momen historis rumusan Pancasila.

    "Dengan begitu semangatnya adalah semangat inklusif. Kita ingin hargai segala proses-proses yang menyangkut Pancasila, termasuk momen-momen historisnya, mulai kelahirannya 1 Juni, juga prosesnya 22 Juni, dan disahkan 18 Agustus," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.